Kenang Mendiang Tengku Zul, Novel Bamukmin: Beliau Bukan Ulama Penjilat Penguasa | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 11 Mei 2021

Kenang Mendiang Tengku Zul, Novel Bamukmin: Beliau Bukan Ulama Penjilat Penguasa

Kenang Mendiang Tengku Zul, Novel Bamukmin: Beliau Bukan Ulama Penjilat Penguasa

Kenang-Mendiang-Tengku-Zul-Novel-Bamukmin-Beliau-Bukan-Ulama-Penjilat-Penguasa

DEMOCRAZY.ID - Salah satu Presidium Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengucapkan bela sungkawanya atas kepergian Tengku Zulkarnain.

Novel mengatakan bahwa dirinya sering bertemu sapa saat mengisi beberapa acara dakwah bersama Tengku Zul.


“Saya sudah beberapa kali ceramah bareng beliau,” ujar Novel, Selasa 11 Mei 2021.


Bagi Novel, Tengku Zul merupakan sosok yang berpegang pada prinsip yakni membela agama Allah.


Tengku Zul, kata Novel, tak takut menghadapi apapun saat berjalan membela agama Allah.


“Beliau ulama yang istiqomah dan teguh pada pendiriannya, dalam berjuang membela agama Allah dengan siap (menghadapi) risiko apapun. Baginya yang haq harus disampaikan (ke publik),” lanjutnya.


Di samping itu, Novel juga mengatakan bahwa Tengku Zul bukanlah sosok penjilat.


Menurut Novel, banyak ulama yang kini menjilat agar kebagian kursi kekuasaan. 


Hal itu berbeda dengan sosok Tengku Zul yang menurutnya bukan sosok penjilat.


“Beliau ulama yang tidak menjilat kekuasaan, karena itu beliau selalu kritis terhadap penguasa yang zalim yang saat ini mengkriminalisasi ulama dan aktivis Islam," jelas Novel.


Novel mengatakan bahwa atas perilaku kritis Tengku Zul terhadap pemerintah, Tengku Zul berkali-kali mendapatkan ancaman dari pihak tertentu.


"Lebih lagi, beliau juga sudah beberapa kali diancam dilaporkan pihak-pihak yang diduga orang komunis,” tegasnya.


Sebagai informasi, Tengku Zul meninggal dunia pada 10 Mei 2021 usai berjuang melawan virus Covid-19.


Tengku Zul wafat di RS Tabrani setelah mendapatkan perawatan intensif selama kurang lebih sepekan. [Democrazy/trk]