KKB Papua Sudah Ditetapkan Sebagai Teroris, Kok Densus 88 Masih Belum Juga Diturunkan? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 19 Mei 2021

KKB Papua Sudah Ditetapkan Sebagai Teroris, Kok Densus 88 Masih Belum Juga Diturunkan?

KKB Papua Sudah Ditetapkan Sebagai Teroris, Kok Densus 88 Masih Belum Juga Diturunkan?

KKB-Papua-Sudah-Ditetapkan-Sebagai-Teroris-Kok-Densus-88-Masih-Belum-Juga-Diturunkan

DEMOCRAZY.ID - Pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror masih belum turun tangan dan ikut campur dalam pemberantasan melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, ternyata begini alasan dibalik penundaan tersebut.

Hampir sebulan silam, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menetapakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris dan harus segera diberantas.


Publik pun bertanya-tanya, mengapa Densus 88 sebagai satuan khusus yang kerap memberantas para teroris belum juga turun tangan.


Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan bahwa pihaknya masih tetap mengedepankan Satgas Nemangkawi untuk kegiatan pengejaran KKB di Papua.


“Sampai saat ini masih berjalan seperti biasa,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu, 19 Mei 2021.


Terlebih Rusdi mengungkapkan, untuk sekarang ini, Densus 88 masih tengah fokus untuk menyelesaikan kasus eks sekretaris umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam dugaan tindak pidana teroris.


“Densus masih menyelesaikan kasus saudara M dan yang lain,” imbuh Rusdi.


Pendeta Ungkap KKB Papua Kerap Perkosa Gadis Desa


Pendeta Jupinus Wama mengungkapkan kekejaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Papua lantaran mereka tidak hanya merusak fasilitas umum dan rumah warga sipil, tetapi juga lakukan perbuatan keji, yakni perkosa gadis desa.


Pernyataan Pendeta Jupinus tersebut diunggah oleh salah satu warganet pengguna jejaring media sosial Twitter dengan akun @AgoesAguss.


Dalam video berdurasi 45 detik tersebut, dia juga membuat kicauan yang mengatakan bahwa salah satu pendeta bersaksi atas kekejaman KKB di tanah Papua terhadap warga sipil.


Dia pun heran lantaran Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) seakan diam dan tidak membela korban dari kekerasan atau pemerkosaan yang terjadi tersebut.


Sebaliknya, kata dia, aktivis HAM justru membela teroris KKB yang mengatas namakan dirinya sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).


“Cerita bapak pendeta,.. KOMNAS HAM perduli apa sama mereka. KOMNAS HAM malah membela OPM/KKB.. #BubarkankomnasHAM,” tulisnya dikutip pada Kamis, 6 Mei 2021.


Terlihat dalam video yang diunggah, Pendeta Jupinus mengungkapkan bahwa di sekitar tempat dia tinggal, tidak hanya sekolah dan rumah yang hancur, namun gadis di desa juga ikut hancur lantaran diperkosa oleh KKB Papua.


“Jadi hancur itu bukan hanya sekolah saja, kita punya anak-anak perempuan juga sudah hancur (diperkosa), kita dan rumah juga sudah hancur semua,” tutur Pendeta Jupinus.


Kendati begitu, sekarang ini kondisi di kampungnya sudah berangsur pulih lantaran aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bertindak cepat memberantas kelompok bersenjata tersebut.


Pihak perangkat desa pun mulai memanggil kembali sejumlah orang dan keluarga yang sempat mengungsi dan melarikan diri ke tempat aman.


“Tapi mereka (KKB Papua) sudah pergi. Jadi sekarang sudah aman karena bapak-bapak (aparat TNI-Polri) sudah datang. Jadi kita panggi kembali keluarga dan guru-guru yang sempat mengungsi,” ujarnya.


Pendeta Jupinus juga meminta kepada pemerintah terkait untuk segera mendukung aktivitas warga setempat dengan memanggil guru dan membangun kembali sekolah yang rusak.


Hal tersebut, kata dia, agar aktivitas warga setempat bisa berjalan dengan normal kembali.


“Kita minta juga supaya pemerintah kembali datangkan guru, bangun kembali sekolah. Supaya aktivitas kita jadi seperti sedia kala (normal kembali),” imbuhnya. [Democrazy/hops]