Jokowi Ajak Makan Babi Saat Lebaran, ICMI: Tidak Punya Empati! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 08 Mei 2021

Jokowi Ajak Makan Babi Saat Lebaran, ICMI: Tidak Punya Empati!

Jokowi Ajak Makan Babi Saat Lebaran, ICMI: Tidak Punya Empati!

Jokowi-Ajak-Makan-Babi-Saat-Lebaran-ICMI-Tidak-Punya-Empati

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo tengah menjadi bahan pembicaraan setelah ajakannya kepada masyarakat untuk membeli makanan lokal pada musim mudik Lebaran 2021, salah satunya adalah bipang (babi panggang) Ambawang khas Kalimantan Barat, viral.

Ajakan Jokowi ini lantaran Lebaran yang masih dalam suasana pandemi dan pemerintah melarang mudik untuk keselamatan bersama.


"Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek-pempek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Jokowi.


Anggota dewan pakar ICMI Anton Tabah tak habis pikir, bahkan bertanya-tanya apakah memang ajakan tersebut disengaja oleh Presiden Jokowi atau tidak.


"Padahal ia ngaku Muslim. Bicara Idul Fitri kenapa bicara bipang (babi panggang)?" kata Anton kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/5).


Anton melihat Jokowi sangat krisis empati, tidak peka dengan perasaan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.


"Pemimpin bijak, pandai, bisa jaga rasa jaga hati rakyat yang 90 persennya adalah umat Islam ada di bumi ini," sesal Anton.


Namun di sisi lain, dia seakan telah memaklumi bahwa Indonesia saat ini tengah diuji dengan diberikannya jabatan Presiden kepada Joko Widodo yang selama ini dikenal memiliki cara kerja serampangan.


"Sering salah ketik, salah tanda tangan dan lain-lain. Kini salah kata yang tidak tepat baik secara sosial, budaya, timing waktu, apalagi agama," demikian Anton Tabah. [Democrazy/rmol]