Izinkan Ratusan WN China Masuk, Jokowi Tak Belajar Sakit Hati Rakyat Saat Atlet Kita "Diusir" | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 10 Mei 2021

Izinkan Ratusan WN China Masuk, Jokowi Tak Belajar Sakit Hati Rakyat Saat Atlet Kita "Diusir"

Izinkan Ratusan WN China Masuk, Jokowi Tak Belajar Sakit Hati Rakyat Saat Atlet Kita "Diusir"

Izinkan-Ratusan-WN-China-Masuk-Jokowi-Tak-Belajar-Sakit-Hati-Rakyat-Saat-Atlet-Kita-Diusir

DEMOCRAZY.ID - Datangnya ratusan WNA China ke Indonesia di tengah larangan mudik seakan menjadi polemik tersendiri di Tanah Air. 

Bagaimana tidak, Pemerintah dinilai seakan tak adil dengan kebijakan tersebut.


Di satu sisi ratusan WNA China dibolehkan datang dari negaranya ke Tanah Air, sementara di sisi lain Pemerintah kian ketat melakukan penyekatan pada rakyatnya untuk tidak mudik ke kampung halaman di masa Lebaran.


Terkait hal ini kritik pedas disampaikan Pakar Kesehatan Masyarakat Hermawan Saputra. 


Menurut dia, jika pemerintah menganggap penting WNA China, bagaimana dengan kasus All England 2021, di mana ditolaknya atlet-atlet bulu tangkis Indonesia di Inggris beberapa waktu lalu.


Ketika itu, rakyat beramai-ramai seakan sakit hati dan menumpahkan kekesalannya dengan menyerbu akun-akun BWF dan sebagainya.


Harga diri bangsa pun seolah dipertanyakan di sini. Padahal ketika itu, para atlet cuma sekadar satu pesawat dengan orang yang terindikasi covid.


“Jangankan pada tingkatan pekerja, pada tingkat profesional, masih ingat atlet kita ditolak di Inggris. Padahal itu ada pada level strategis, sebuah pertandingan internasional, para atlet sehat-sehat, nutrisi terjaga, dan mereka juga punya argumen kuat, tetapi tetap saja ditolak masuk,” kata dia di Apa Kabar Indonesia, dikutip Senin 10 Mei 2021.


Masuknya WNA China Bukti Kebijakan Lemah?


Karena itulah, Hermawan mengaku kecewa berat ketika Presiden Jokowi malah terus membiarkan ratusan WNA China datang ke Indonesia. Apalagi yang statusnya cuma pekerja.


“Di Indonesia kita memang belum punya kebijakan yang kuat. Ingat semua varian baru ada di kita. Padahal kita harus konsisten,” lanjutnya.


Ini bukan hanya sekadar pada persoalan testing dan tracing semata, melainkan pada perilaku. 


Di satu sisi, rakyat saja sudah diminta mengalah untuk tidak mudik.


Atas hal itu, dia kemudian memberi dua poin catatan soal terus dibolehkannya WNA China datang ke RI.


Pertama yakni Pemerintah harus benar-benar berkeinginan memutus mata rantai covid. Kedua, lakukanlah tanpa pandang bulu.


"Apalagi ini WNA China datang dari luar negeri, harusnya juga dilarang, toh mudik juga dilarang, maka itu juga harusnya dilarang.” [Democrazy/hps]