Israel Minta Seluruh Bantuan untuk Warga Gaza Tak Disalurkan Lewat Hamas, Kenapa? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 25 Mei 2021

Israel Minta Seluruh Bantuan untuk Warga Gaza Tak Disalurkan Lewat Hamas, Kenapa?

Israel Minta Seluruh Bantuan untuk Warga Gaza Tak Disalurkan Lewat Hamas, Kenapa?

Israel-Minta-Seluruh-Bantuan-untuk-Warga-Gaza-Tak-Disalurkan-Lewat-Hamas-Kenapa

DEMOCRAZY.ID - Seorang pejabat pertahanan Israel menyatakan bahwa bantuan untuk membangun kembali Gaza usai digempur militer Israel tidak seharusnya disalurkan melalui Hamas yang menguasai wilayah itu. 

Pejabat Israel ini mencetuskan agar bantuan disalurkan melalui 'mekanisme' internasional demi menjangkau langsung warga Gaza.


Seperti dilansir AFP, Selasa (25/5/2021), Israel diketahui menerapkan blokade terhadap Gaza sejak tahun 2007, saat Hamas mengambil alih wilayah itu. 


Dalam argumennya, Israel menegaskan blokade diperlukan untuk mengisolasi Hamas, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh banyak negara Barat.


Dituturkan pejabat pertahanan Israel yang tidak disebut namanya karena tidak berwenang bicara ke publik soal isu ini, bahwa bantuan kemanusiaan harus dikelola untuk memulihkan Gaza 'tanpa memberikan ancaman kepada Israel'.


Menurut pejabat Israel itu, penyaluran bantuan harus melibatkan Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat, yang pernah bekerja dengan Hamas sebelumnya dalam penyaluran donasi untuk Gaza.


Seruan ini disampaikan sehari sebelum Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengunjungi kawasan Timur Tengah.


Presiden AS, Joe Biden, sebelumnya menyatakan bahwa kunjungan Blinken juga bertujuan mengatur 'upaya internasional terkoordinasi demi memastikan bantuan segera mencapai Gaza dalam cara yang menguntungkan orang-orang di sana dan bukan Hamas'.


Israel menggempur Gaza selama 11 hari dengan serangan udara dan artileri, sedangkan Hamas menembakkan lebih dari 4.000 roket dari Gaza, sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (21/5) lalu.


Menurut badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), gempuran Israel menghancurkan infrastruktur Gaza dan membuat sedikitnya 6.000 orang kehilangan tempat tinggal. 


Disebutkan juga bahwa hingga 800 ribu orang di Gaza tidak memiliki akses ke air bersih.


Terkait upaya membangun kembali Gaza, Mesir berjanji akan memberikan bantuan sebesar US$ 500 juta.


Sementara PBB mengucurkan bantuan kemanusiaan sebesar US$ 18,5 juta untuk Gaza. [Democrazy/dtk]