Hubungan Dirinya dengan Gubernur Anies Kerap Dipersoalkan, Novel Baswedan Tanggapi Begini | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 22 Mei 2021

Hubungan Dirinya dengan Gubernur Anies Kerap Dipersoalkan, Novel Baswedan Tanggapi Begini

Hubungan Dirinya dengan Gubernur Anies Kerap Dipersoalkan, Novel Baswedan Tanggapi Begini

Hubungan-Dirinya-dengan-Gubernur-Anies-Kerap-Dipersoalkan-Novel-Baswedan-Tanggapi-Begini

DEMOCRAZY.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan angkat bicara ihwal relasinya bersepupu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kerap dipersoalkan. 

Hal ini disampaikan Novel saat ditanya apakah kesamaan nama belakang dengan figur politik itu merugikan dirinya.


"Kalau mau dikaitkan mestinya dengan Abdurrahman Baswedan (kakek Novel dan Anies). Beliau adalah tokoh yang sangat punya peran penting dalam kemerdekaan Indonesia," kata Novel dalam wawancara, dikutip Sabtu, 22 Mei 2021.


Novel menilai bukan masalah jika ada kerabat atau saudaranya yang menempuh jalan politik untuk memberikan sumbangsih kepada negara, termasuk Anies Baswedan. 


Novel pun mengaku ia dan Anies saling berkomunikasi dan saling mengingatkan satu sama lain agar terus menjaga integritas.


"Kami saling mengingatkan dalam berintegritas dan tidak pernah kompromi dalam hal apa pun," ujar Novel.


Di media sosial, hubungan sepupu Novel dan Anies kerap disorot oleh para pendengung. 


Lantaran relasi kekerabatan itu, Novel dituduh tak menelisik dugaan kasus di DKI Jakarta, yang kini dipimpin Anies Baswedan.


Novel membantah hubungannya dengan Anies bakal mempengaruhi penilaiannya seumpama memang ada dugaan kasus korupsi di DKI Jakarta. 


Ia juga mengatakan penanganan kasus di KPK bukan berada di tangannya, melainkan di tangan pimpinan KPK.


Novel menjelaskan pimpinan KPK yang akan menunjuk siapa pegawai yang bakal bertanggung jawab atas penanganan suatu perkara. 


Di sisi lain, Novel berujar, ia akan menolak menangani perkara yang berpotensi berhubungan dengan kerabatnya sendiri, baik langsung maupun tidak langsung.


"Seandainya ada kasus di DKI, baik berhubungan langsung dengan saudara saya Pak Anies Baswedan maupun tidak berhubungan, tentu saya akan mengatakan ini conflict of interest, saya tidak boleh ikut (menangani) di sana," kata Novel.


Menurut Novel, hal ini demi menjaga integritas dan menghindari konflik kepentingan yang mungkin terjadi. 


Dalam hal integritas, kata Novel, konflik kepentingan adalah masalah yang sangat sensitif.


"Jadi kalau ada orang yang framing seolah-olah kenapa DKI enggak ditangani, salah sasaran dia nanya ke saya. Harusnya nanya ke pimpinan KPK," kata Novel Baswedan. [Democrazy/tmp]