Heboh Kemunculan Surat 'Albert Einstein' Bahas Gejolak di Palestina, Beberkan Pihak yang Bertanggung Jawab | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 20 Mei 2021

Heboh Kemunculan Surat 'Albert Einstein' Bahas Gejolak di Palestina, Beberkan Pihak yang Bertanggung Jawab

Heboh Kemunculan Surat 'Albert Einstein' Bahas Gejolak di Palestina, Beberkan Pihak yang Bertanggung Jawab

Heboh-Kemunculan-Surat-Albert-Einstein-Bahas-Gejolak-di-Palestina-Beberkan-Pihak-yang-Bertanggung-Jawab

DEMOCRAZY.ID - Viral di media sosial penampakkan surat usang yang diketahui milik fisikawan terkenal Albert Einstein membahas soal polemik yang terjadi di tanah Palestina.

Secarik surat bersejarah itu berisi kritikan Albert Einstein terhadap organisasi teroris yang dibangun dari barisannya sendiri.


Seperti diketahui, Albert Einstein sendiri merupakan ulama fisika modern yang berasal dari keluarga penganut Yahudi.


Kendati demikian, pada 1948 usai insiden pembantaian orang Arab di Deir Yassin oleh teroris Stern Gang atau Lohamei Herut Yisrael (LEHI), yang memperjuangkan kemerdekaan Israel, Albert Einstein justru menentangnya dengan mengeluarkan pernyataan menohok.


Tak peduli meski sebagian zionis itu berasal dari bangsanya, Einstein tetap tak membenarkan cara Israel melakukan aneksasi di tanah Palestina.


“Ketika bencana nyata dan terakhir menimpa kita di Palestina, yang bertanggung jawab adalah Inggris dan organisasi teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri,” kata Albert Einstein, dikutip dari Mondoweiss.


Karena tak mendukung gerakan yang dipimpin oleh Shepard Rifkin kala itu, dia berharap agar Palestina tidak diduduki oleh orang-orang kejam yang melakukan tindak kriminal demi merebut wilayah yang kaya akan sumber daya alam tersebut.


“Saya tidak ingin melihat siapa pun yang terkait dengan orang-orang yang tersesat dan kriminal itu. Hormat saya, Albert Einstein,” tutup dirinya.


Heboh-Kemunculan-Surat-Albert-Einstein-Bahas-Gejolak-di-Palestina-Beberkan-Pihak-yang-Bertanggung-Jawab

Walau Einstein tak membenarkan cara Israel berdiri di tanah Palestina, dia rupanya ingin warga Palestina dan Yahudi bisa hidup berdampingan dalam satu negara.


“Saya lebih suka melihat kesepakatan yang masuk akal dengan orang Arab atas dasar hidup bersama dalam damai daripada pembentukan negara Yahudi,” katanya dalam sebuah pidato tentang bahaya Zionis pada 1938.


Albert Einstein tetap mendukung migrasi umat Yahudi ke tanah Palestina tanpa batas.


Albert Einstein juga pernah ditawari untuk menjabat sebagai Presiden Israel kedua saat Presiden Pertama Israel, Chaim Weizmann meninggal pada 1952.


“Saya sangat tersentuh oleh tawaran dari Negara Israel kami, dan sekaligus sedih dan malu karena saya tidak dapat menerimanya,” katanya.


Sementara itu, surat Albert Einstein soal Palestina sempat dipasang dalam sebuah situs lelang barang dunia pada 21 Juni 2007 lalu.


Surat Einstein ini dibeli oleh Daniel McGowan seharga 8.500 dolar AS ditambah dengan komisi 1.700 dolar AS dan biaya pengiriman sebesar 175 dolar AS.


Orang yang membeli surat bersejarah tersebut, Daniel McGowan merupakan Direktur Eksekutif Deir Yassin Remembered. [Democrazy/pkry]