Gibran Buka Suara Soal Viral Rekaman Telepon Dirinya Marah-Marah | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 28 Mei 2021

Gibran Buka Suara Soal Viral Rekaman Telepon Dirinya Marah-Marah

Gibran Buka Suara Soal Viral Rekaman Telepon Dirinya Marah-Marah

Gibran-Buka-Suara-Soal-Viral-Rekaman-Telepon-Dirinya-Marah-Marah

DEMOCRAZY.ID - Wali Kota Solo, Gibran Rakbuming Raka membantah dirinya memarahi seorang pria lewat percakapan telepon sebagaimana terdengar dalam rekaman yang telah beredar luas di media sosial.

Gibran memastikan suara terdengar dalam rekaman tersebut bukan suaranya.


"Itu bukan suara saya," ujar Gibran saat ditemui di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jenderal Sudirman, Solo (27/5).


Rekaman suara pria marah-marah itu beredar di media sosial dalam bentuk video. 


Pria tersebut terdengar memarahi pria lain yang diduga telah menghina Gibran dalam sebuah kolom komentar medsos.


Video tersebut salah satunya diunggah melalui akun @alextham878 di Twitter. 


Suara yang disebut-sebut sebagai suara Gibran itu mengancam akan melaporkan komentar Rachman Karya di instagram yang mempersoalkan agama Gibran.


"Suara Mas Gibran marah di telepon kepada Rahman yang bilang agamanya nggak jelas. Setelah tutup telpon... Rahman dijamin gak bisa tidur nyenyak dan makan pun rasanya hambar," demikian tulis @alextham878 di twitternya, Kamis (27/5).


Gibran pun menanggapi santai tudingan yang dilontarkan dalam video tersebut. 


Ia mengaku enggan menanggapi suara-suara negatif dari media sosial.


"Haters, pesan negatif, enggak kita tanggapi. Ngapain. Buang-buang waktu, kontraproduktif," kata Gibran.


Gibran juga mengaku tidak sempat aktif bermedia sosial sejak menjadi wali kota Solo. 


Untuk keperluan media sosial, ia merekrut administrator khusus.


"Enggak ada waktu. Males. Biar Admin aja. Kalau ada keluhan masuk, langsung diteruskan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Itu yang penting," katanya.


Administrator tersebut dipercaya untuk mengelola akun media sosialnya. 


Ia pun mengaku tidak membentuk tim cyber khusus untuk mengendalikan komunikasi di dunia maya.


"Bukan tim cyber. admin biasa aja," katanya.


Selama ini, lanjutnya, akun media sosialnya hanya difungsikan untuk menampung keluhan warga. 


Admin media sosialnya juga tidak pernah menanggapi komentar negatif dari warganet.


"Saya dari awal juga nggak pernah lapor. Kalau admin buka sosmed yang diutamakan itu, keluhan warga, banjir, drainase mampet, aspal berlubang," katanya. [Democrazy/cn]