Foto Terbaru Gaza Palestina di Google Earth Kok Blur Begini, Sengaja Ditutupi Amerika? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 17 Mei 2021

Foto Terbaru Gaza Palestina di Google Earth Kok Blur Begini, Sengaja Ditutupi Amerika?

Foto Terbaru Gaza Palestina di Google Earth Kok Blur Begini, Sengaja Ditutupi Amerika?

Foto-Terbaru-Gaza-Palestina-di-Google-Earth-Kok-Blur-Begini-Sengaja-Ditutupi-Amerika

DEMOCRAZY.ID - Serangan brutal Israel ke Palestina di Jalur Gaza menghancurkan rumah-rumah warga dan permukiman serta membunuh ratusan warga sipil Palestina.

Namun, penampakan gambar melalui Google Earth ternyata tak didapatkan dengan resolusi tinggi alias blur.


Padahal, citra satelit ini digunakan para peneliti untuk menemukan lokasi serangan dan mendokumentasikan kehancuran.


“Fakta bahwa kami tidak mendapatkan citra satelit resolusi tinggi dari Israel dan wilayah Palestina membuat kami mundur,” kata Samir, seorang penyelidik open source, dilansir dari BBC, Senin (17/5/2021).


Fakta lain adalah, Google Earth, platform gambar yang paling banyak digunakan, citra terbaru untuk Gaza memiliki resolusi rendah dan kabur.


“Gambar Google Earth terbaru berasal dari tahun 2016 dan terlihat seperti sampah. Saya memperbesar beberapa daerah pedesaan Suriah secara acak dan telah ada lebih dari 20 gambar yang diambil sejak saat itu, dalam resolusi yang sangat tinggi,” tweet Aric Toler, seorang jurnalis untuk Bellingcat.


Ini berbeda dengan Ibukota Korea Utara Pyongyang yang masih bisa ditembus hingga bisa melihat gambar-gambar mobil dengan kualitas resolusi tinggi.


Dibatasi Amerika Lewat Undang-Undang


Pembatasan kualitas citra satelit untuk wilayah Israel dan Palestina dari perusahaan komersil AS secara komersial telah dibatasi sejak tahun lalu.


Pembatasan itu tertuang dalam Kyl-Bingaman Amendment (KBA) – undang-undang AS sejak tahun 1997 – untuk mendukung masalah keamanan Israel.


Dengan aturan tersebut, penyedia gambar citra satelit AS hanya diizinkan menyediakan gambar degan resolusi rendah dan ukuran piksel kurang dari 2 meter.


Yang cukup mengherankan, aturan yang dibuat Amerika itu hanya menyebutkan Israel, tapi ternyata juga diterpakan untuk Palestina.


Namun bagi perusahaan penyedia gambar citra satelit non-AS seperti Airbus (Prancis), tetap menyediakan gambar dengan resolusi tinggi.


Pada Juli 2020, KBA dibatalkan yang memaksa pemerintah AS memperbolehkan perusahaan Amerika memberikan gambar dengan kualitas tajam hingga sekecil 40 cm.


Kenapa Gambar Gaza Tetap Blur?


Kepada BBC, Google mengatakan bahwa gambar satelit didadapat dari berbagai penyedia dan mempertimbangkan “peluang untuk menyegarkan kembali citra satelitnya saat citra dengan resolusi lebih tinggi tersedia”.


Tetapi Google menambahkan bahwa, “tidak ada rencana untuk dibagikan saat ini”.


Sementara Apple mengatakan sedang berupaya memperbarui petanya segera ke resolusi yang lebih tinggi 40 cm.


Pemasok Gambar Satelit


Platfor Google Earth dan Apple Maps mengandalkan dua perusahaan penyedia gambar citra satelit terbesar, Maxar dan Planet Labs.


Demikian juga untuk wilayah Gaza Palestina dan Israel.


“Sebagai hasil dari perubahan terbaru pada peraturan AS, citra Israel dan Gaza ditampilkan dengan resolusi 0,4 m (40 cm),” kata Maxar dalam sebuah pernyataan.


Planet Labs mengonfirmasi kepada BBC bahwa mereka memasok citra dengan resolusi 50 cm.


Penyelidik sumber terbuka, bagaimanapun, sangat bergantung pada perangkat lunak pemetaan yang dapat digunakan secara gratis dan tidak sering memiliki akses langsung ke gambar beresolusi tinggi ini. [Democrazy/pjs]