Dukung Aksi Faisal Basri, Rocky Gerung: KPK Memang Ujian Terakhir dari Nawacita Jokowi! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 12 Mei 2021

Dukung Aksi Faisal Basri, Rocky Gerung: KPK Memang Ujian Terakhir dari Nawacita Jokowi!

Dukung Aksi Faisal Basri, Rocky Gerung: KPK Memang Ujian Terakhir dari Nawacita Jokowi!

Dukung-Aksi-Faisal-Basri-Rocky-Gerung-KPK-Memang-Ujian-Terakhir-dari-Nawacita-Jokowi

DEMOCRAZY.ID - Ekonom Faisal Basri turut menanggapi bahkan membuat sebuah tindakan terkait dinonaktifkannya Novel Baswedan serta 74 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lainnya.

Faisal Basri mengajak seluruh rakyat untuk mengosongkan saldo rekening dari bank nasional dan gerakan lain.


Hal ini ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya @FaisalBasri, kemarin.


Menanggapi hal ini, Rocky Gerung melalui YouYube Rocky Gerung Official menyampaikan pandangannya. Rocky mengaku menghormati Faisal atas tindakannya itu.


“Ya saya tetap hormati Faisal Basri, karena itu satu langkah moral dan selalu di dalam pergerakan harus ada langkah moral,” ujar Rocky.


Faisal adalah orang ahli, kata Rocky, jadi ia berhak menghimbau masyarakat untuk lakukan hal ini.


“Faisal Basri (itu) orang yang secara teliti mengerti anatomi ekonomi kita, anatomi korupsi, perusakan lingkungan oleh executive industries tuh. Jadi Faisal Basri berhak untuk menghimbau secara moral, karena dia gak punya kekuatan politik tuh,” katanya.


Menurut Rocky ada banyak orang seperti Faisal Basri yang dengan jelas melihat KPK adalah ujian terakhir dari nawacita.


Dimana nawacita merujuk kepada visi-misi yang dipakai oleh pasangan presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla waktu itu.


“Orang-orang ini melihat bahwa KPK ini memang ujian terakhir dari yang disebut nawacita. Presiden selalu mengatakan nawacita itu dimaksudkan untuk memberantas korupsi, mengeratkan kewarganegaraan, dan macam-macam. Nah semua kenawacitaan itu dibatalkan oleh kedunguan pengujian ASN itu kan,” terang dia.


Kemarahan Faisal adalah kemarahan kita bersama, kata Rocky.


“Jadi kemarahan Faisal Basri juga kemarahan kita bersama dan kita berada di belakang Faisal untuk mendorong semua gerakan moral,” tandasnya.


Menurut Rocky mungkin gerakan ini tak efektif namun bukan itu intinya.


“Tetapi bukan soal efektivitasnya tuh, (intinya) orang akhirnya diberi wakeup call oleh Faisal (yakni) perlawanan itu harus tetap dilakukan,” jelas Rocky.


Rocky mengaku akan mendukung gerakan-gerakan yang akan menandingi kekuasaan nantinya.


“Faisal mulai dengan gerakan itu, kita dukung. Nanti mungkin Novel Baswedan juga akan lakukan gerakan lain, kita dukung lagi tuh. Semua Youtuber yang berupaya untuk menandingi arogansi kekuasaan akan bersatu untuk mencari jalan dalam upaya untuk memulihkan rasa adil pada bangsa ini,” pungkasnya.


Lebih lanjut Rocky mengatakan, publik menanggap kekuasaan sudah kehilangan hak moral bicara soal korupsi.


“Tapi publik menanggap bahwa apapun desain yang nanti diucapkan oleh Presiden atau menteri atau yang lain tentang kasus KPK, orang menanggap kekuasaan sudah kehilangan hak moral untuk bicara tentang korupsi,” katanya. [Democrazy/gmd]