Di Indonesia 'Ditendang', di Malaysia 'Disayang', Novel Baswedan: Apa Gak Aneh? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 12 Mei 2021

Di Indonesia 'Ditendang', di Malaysia 'Disayang', Novel Baswedan: Apa Gak Aneh?

Di Indonesia 'Ditendang', di Malaysia 'Disayang', Novel Baswedan: Apa Gak Aneh?

Di-Indonesia-Ditendang-di-Malaysia-Disayang-Novel-Baswedan-Apa-Gak-Aneh

DEMOCRAZY.ID - Seorang warganet dengan nama akun @paijodirajo turut menyoroti ihwal pemberhentian Novel Baswedan dan 74 pegawai lainnya oleh KPK.

Pemilik akun @paijodirajo mengaku bahwa dirinya pernah mendampingi Novel Baswedan ketika menerima penghargaan Perdana International Anti-Corruption Champion Fund (PIACFF) Award dari Perdana Menteri Malaysia saat itu, Tun Dr. Mahathir Mohamad, 11 Februari 2020.


Penghargaan itu diberikan kepada Novel sebagai bentuk dedikasinya dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.


“11 Februari 2020, saya mendampingi Novel Baswedan menerima penghargaan PIACCF Award dari Perdana Menteri Malaysia saat itu, Tun Dr. Mahathir Mohamad, atas dedikasinya memberantas korupsi,” katanya.




Namun sayangnya, saat ini Novel harus diberhentikan oleh pemimpinnya sendiri di KPK melalui SK Pimpinan KPK No. 652 Tahun 2021.


“Hari ini, Novel Baswedan dinista oleh pimpinan lembaganya sendiri, KPK, dengan SK non-job,” tuturnya.


Perlu diketahui, Novel Baswedan merupakan penegak hukum pertama yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan Jaksa MACC (KPK Malaysia), Kevin Morais yang meninggal dibunuh dan dicor semen ke dalam tong.


“Novel Baswedan adalah penegak hukum pertama dan satu-satunya yang menerima penghargaan tersebut, bersama-sama dengan alm. Kevin Morais (Jaksa pada MACC, KPK Malaysia), yang meninggal dibunuh dan dicor semen ke dalam tong,” jelasnya.


Menurut akun tersebut, dedikasi Novel dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia tidak pantas dihancurkan oleh tes wawasan kebangsaan Komisi Pemberantasan Korupsi (TWK KPK) yang masih diragukan kredibilitasnya.


“Haruskah dedikasi itu dihancurkan oleh tes (TWK KPK) yang masih diragukan kredibilitasnya?,” pungkasnya.


Tidak disangka, cuitan ini pun dibalas langsung oleh Novel. 


Ia menyebut, cuitan tersebut telah menunjukkan bahwa perjuangan dalam memberantas korupsi telah dijadikan sebagai “musuh” di Indonesia tepatnya di era kepemimpinan Presiden Jokowi dan sebagai “teman yang disegani” di Malaysia.


“Apa gak aneh, perjuangan anti korupsi seperti dimusuhi di negeri sendiri, justru dihormati di internasional,” kata Novel dikutip dari akun Twitter pribadinya, @nazaqistsha, Selasa 12 Mei 2021. [Democrazy/gmd]