Bongkar Kontroversi Firli Bahuri di KPK, ICW Surati Kapolri: Segera Berhentikan Dia! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 25 Mei 2021

Bongkar Kontroversi Firli Bahuri di KPK, ICW Surati Kapolri: Segera Berhentikan Dia!

Bongkar Kontroversi Firli Bahuri di KPK, ICW Surati Kapolri: Segera Berhentikan Dia!

Bongkar-Kontroversi-Firli-Bahuri-di-KPK-ICW-Surati-Kapolri-Segera-Berhentikan-Dia

DEMOCRAZY.ID - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengirim surat terbuka kepada Kapolri terkait sejumlah kontroversi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri selama memimpin lembaga tersebut.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengungkapkan surat terbuka pihaknya tersebut dikirim ke Kapolri lantaran status Ketua KPK Firli Bahuri masih aktif sebagai anggota Polri.


Menurut ICW, Firli sudah beberapa kali melakukan banyak kontroversi selama ia menjabat sebagai pimpinan KPK.


"Ini dilakukan mengingat Firli Bahuri masih berstatus sebagai anggota Polri aktif dan selama berkarir sebagai Ketua KPK kerap menimbulkan kontroversi," ujar Kurnia, Selasa 25 Mei 2021.


Maka dari itu, kata Kurnia, pihaknya mendesak Kapolri untuk memberhentikan Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK.


Ia pun mengungkapkan, Firli Bahuri selama menjabat sebagai ketua KPK tercatat beberapa kali menimbulkan kontroversi. 


Mulai dari pengambilan paksa penyidik KPK Kompol Rossa Purbo Bekti, pelanggaran etik, hingga pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK.


"Untuk itu, kami mendesak agar Kapolri dapat menarik Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, atau bahkan, memberhentikan yang bersangkutan sebagai anggota Polri aktif," tegasnya.


Diketahui, ICW juga sebelumnya menyoroti anggaran mobil dinas untuk KPK. Kurnia pun menyebut bahwa KPK Jilid V di bawah kepemimpinan Firli Bahuri tak lagi bersikap sederhana.


"KPK pada dasarnya dilahirkan dengan semangat pemberantasan korupsi serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, salah satunya kesederhanaan. Seiring berjalannya waktu, nilai itu semakin pudar. Terutama di era kepemimpinan Firli Bahuri," ungkap Kurnia, pada Kamis 15 Oktober 2020 lalu.


Selain itu, lanjut Kurnia, ICW juga menyoroti perilaku KPK lainnya di antaranya, melanjutkan pembahasan kenaikan gaji Pimpinan KPK serta mengusulkan anggaran mobil baru.


"Akan tetapi praktik hedonisme semacam ini tidak lagi mengagetkan. Sebab, Ketua KPK nya saja, Firli Bahuri, telah menunjukkan hal serupa saat menggunakan moda transportasi mewah helikopter," tuturnya.


Kurnia pun menilai bahwa seharusnya pimpinan KPK peka dengan kondisi sulit yang dialami bangsa Indonesia saat ini.


"Sehingga tidak etis jika malah meminta anggaran untuk pembelian mobil dinas seharga miliaran itu," ucapnya.


Apalagi, menurut Kurnia, di mata ICW KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri saat ini belum menunjukkan prestasi yang mencolok.


"Sampai saat ini tidak ada prestasi mencolok yang diperlihatkan oleh KPK, baik Pimpinan maupun Dewan Pengawas itu sendiri. Harusnya, penambahan fasilitas dapat diikuti dengan performa kerja yang maksimal," ujarnya. [Democrazy/trk]