Blunder Jokowi Berulang, Pengamat: Ada Dugaan Ring Satu Tak Bekerja Maksimal | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 10 Mei 2021

Blunder Jokowi Berulang, Pengamat: Ada Dugaan Ring Satu Tak Bekerja Maksimal

Blunder Jokowi Berulang, Pengamat: Ada Dugaan Ring Satu Tak Bekerja Maksimal

Blunder-Jokowi-Berulang-Pengamat-Ada-Dugaan-Ring-Satu-Tak-Bekerja-Maksimal

DEMOCRAZY.ID - Ada dugaan ring satu di istana tidak bekerja secara maksimal atas blunder yang berulang kali dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Blunder Jokowi mempromosikan makanan Indonesia, yang salah satunya bipang ambawang (panggang babi) dari Kalimantan.


Sebelumnya, Jokowi juga melakukan blunder dalam kasus Perpres Miras dan pernyataannya mengenai benci produk asing.


“Presiden melakukan blunder dalam kebijakan dan pernyataan, maka dapat diduga orang-orang di ring satu dan tim komunikasi presiden bekerja tidak maksimal,” kata pengamat pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga, Ahad (9/5/2021).


Kata Jamiluddin, blunder Jokowi yang sering dilakukan, tidak menutup kemungkinan ring satunya memiliki agenda sendiri di luar agenda presiden.


Kata Jamiluddin, dalam komunikasi politik, blunder seperti itu tentu dapat menimbulkan ketidakpastian di masyarakat. 


Dalam setiap ketidakpastian akan memunculkan kebingungan di tengah masyarakat.


Dalam situasi demikian akan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepada presiden. 


Padahal kepercayaan masyarakat sangat dibutuhkan sebagai prasyarat dipatuhinya suatu kebijakan dan diikutinya pernyataan pimpinan.


Jamiluddin mengatakan, kalau masyarakat sudah tidak percaya, dikhawatirkan kepatuhan masyarakat pada presiden akan turun drastis. 


Hal ini tentu sangat berbahaya manakala rakyat sudah tidak lagi mengikuti kebijakan dan pernyataan presidennya.


“Untuk itu, presiden harus mengevaluasi orang-orang di ring satu dan tim komunikasinya, agar blunder seperti itu tidak terulang kembali,” ungkapnya. [Democrazy/suaranas]