Bertahun-Tahun Perangi Israel, Ternyata Hamas Dapat Sumber Dana & Persenjataan dari Sini | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 18 Mei 2021

Bertahun-Tahun Perangi Israel, Ternyata Hamas Dapat Sumber Dana & Persenjataan dari Sini

Bertahun-Tahun Perangi Israel, Ternyata Hamas Dapat Sumber Dana & Persenjataan dari Sini

Bertahun-Tahun-Perangi-Israel-Ternyata-Hamas-Dapat-Sumber-Dana-dan-Persenjataan-dari-Sini

DEMOCRAZY.ID - Kelompok  Hamas yang menguasai Gaza menjadi sorotan setelah pecahnya konflik sengit dengan Israel, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka-luka. 

Dalam sepekan terakhir, Israel telah membombardir Gaza dengan serangan udara, sementara Hamas meluncurkan lebih dari 2.500 roket ke wilayah-wilayah Israel termasuk Tel Aviv.


Dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh sebagian besar negara Barat, Hamas yang didirikan pada 1987 merupakan salah satu faksi penting di Palestina selain Partai Fatah, dulu Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).


Seperti juga Fatah yang kini membentuk pemerintahan Otoritas Palestina, Hamas juga bertujuan mencapai kemerdekaan Palestina. 


Namun, berbeda dengan Fatah, Hamas tidak mengakui hak keberadaan Israel.


Sejak 2007 Hamas mengambil alih kendali Jalur Gaza setelah memenangi pemilihan umum di daerah kantong itu. 


Setelah itu, Hamas melanjutkan konfrontasinya dengan Israel dari Gaza dan terlibat pertempuran dengan Negara Zionis pada 2008, 2021, dan 2014.


Lantas dari mana Hamas memiliki dana untuk membiayai konfrontasi berkelanjutan dengan Israel?


Diwartakan Deutsche Welle, Hamas memiliki beberapa sumber dukungan dana dari sekutu-sekutu asing.


Qatar merupakan salah satu donatur terbesar, dilaporkan menyumbang USD1,8 miliar (sekira Rp25,6 triliun) ke Hamas hingga saat ini. 


Emir Qatar Sheik Hamad bin Khalifa al-Thani merupakan pemimpin negara pertama yang mengunjungi Gaza pada 2021.


Selain Qatar, Turki juga diketahui mendukung Hamas. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyatakan dukungan politiknya bagi Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.


Hamas juga mendapat dukungan dari aktor-aktor non-negara seperti inisiatif dan yayasan. Der Spiegel melaporkan, beberapa di antara entitas ini berbasis di Jerman.


Dana juga datang dari beberapa negara lain termasuk Arab Saudi dan Iran.


Di bidang persenjataan, Hamas dilaporkan memiliki ribuan roket yang menjadi senjata utamanya dalam menyerang wilayah-wilayah Israel.


Jerusalem Post mengutip sumber intelijen Israel yang memperkirakan gudang senjata Hamas berisi 5.000 hingga 6.000 roket. 


Kelompok militan Jihad Islam Palestina, yang bekerja sama dengan Hamas, diyakini telah menimbun 8.000 roket lagi.


Roket-roket tersebut disuplai oleh Iran dan menurut ahli teknologi rudal Timur Tengah, Fabian HInz, diselundupkan ke Gaza melalui Sudan dan kemudian Mesir. 


Setelah jatuhnya diktator Sudan Omar Al Bashir upaya penyelundupan itu menjadi lebih sulit, dan saat ini Hamas diyakini memproduksi sebagian besar roketnya di Gaza. [Democrazy/okz]