AS Seolah Paling Peduli Terhadap HAM Muslim, Tapi Terus Bela Kekejaman Israel, China: Mereka Tak Peduli Penderitaan Rakyat Palestina! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 15 Mei 2021

AS Seolah Paling Peduli Terhadap HAM Muslim, Tapi Terus Bela Kekejaman Israel, China: Mereka Tak Peduli Penderitaan Rakyat Palestina!

AS Seolah Paling Peduli Terhadap HAM Muslim, Tapi Terus Bela Kekejaman Israel, China: Mereka Tak Peduli Penderitaan Rakyat Palestina!

AS-Seolah-Paling-Peduli-Terhadap-HAM-Muslim-Tapi-Terus-Bela-Kekejaman-Israel-China-Mereka-Tak-Peduli-Penderitaan-Rakyat-Palestina

DEMOCRAZY.ID - Konflik yang terjadi antara Israel-Palestina menuai banyak komentar dari berbagai negara di dunia tak terkecuali Amerika Serikat.

Amerika Serikat mengharapkan konflik antara Israel-Palestina itu segera berakhir.


Namun di saat yang bersamaan, Amerika Serikat justru tampak membela Israel dengan menyatakan bahwa negara tersebut memiliki hak untuk mempertahankan diri.


Tanggapan negara adidaya tersebut langsung mendapat reaksi yang sangat keras dari China karena Amerika Serikat seolah-olah sedang bermain ganda dalam konflik Israel-Palestina.


Dilansir dari Newsweek, China mengecam keras atas tanggapan Amerika Serikat terhadap konflik Israel-Palestina.


China juga mengutuk Amerika Serikat yang telah memblokir pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi konflik Israel-Palestina yang kian meningkat.


Kecaman China tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying saat dijumpai wartawan, Jumat 14 Mei 2021 waktu setempat.


Menurut Hua Chunying, Amerika Serikat yang selalu mengatakan peduli dengan Hak Asasi Manusia (HAM) muslim dinilainya adalah bohong.


Karena fakta dilapangan dikatakan Hua Chunying, Amerika Serikat justru selalu mengabaikan penderitaan rakyat Palestina.


"Apa yang kami rasakan adalah bahwa AS terus mengatakan bahwa mereka peduli dengan hak asasi manusia Muslim, tetapi mengabaikan penderitaan rakyat Palestina," ujar Hua Chunying, Sabtu 15 Mei 2021.


Hua Chunying menilai bahwa Amerika Serikat seharusnya menyadari tentang kehidupan muslim di Palestina yang sama berharganya dengan memiliki Hak Asasi Manusia.


"AS harus menyadari bahwa kehidupan Muslim Palestina sama berharganya," kata Hua Chunying.


Pejabat China itu juga menyatakan bahwa keprihatinan Amerika Serikat dalam hal ini Washington tentang HAM Palestina hanya sebatas 'lelucon politik'.


"Hal ini menggambarkan keprihatinan Washington tentang hak asasi manusia Palestina sebagai lelucon politik," tambahnya.


Lebih lanjut Hua Chunying mempertanyakan alasan kenapa AS memblokir pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB yang akan mengatasi konflik Israel-Palestina.


"Saya ingin tahu, apakah AS dapat menjawab pertanyaan ini dengan lugas: Mengapa melakukannya?" tanya Hua Chunying.


Selain itu, Hua kemudian membandingkan tanggapan AS terhadap Palestina dengan kecamannya atas perlakuan China terhadap muslim Uighur.


Hua Chunying berpendapat bahwa Amerika Serikat memiliki standar ganda, karena telah mengkritik China karena memperlakukan Muslim dengan buruk sambil mendukung Israel saat melakukan serangan terhadap Palestina.


Ia juga menegaskan bahwa kecaman Amerika Serikat atas perlakuan China terhadap Uighur didasarkan pada kebohongan dan prasangka politik.


Seperti diketahui pemerintah AS menilai penindasan China terhadap uighur sebagai bentuk genosida karena sebanyak 2 juta orang Uighur dipaksa masuk ke kamp konsentrasi China.


Dalam kamp tersebut, juga dilaporkan bahwa orang-orang Uighur menjadi sasaran penyiksaan dan pelecehan seksual.


Akan tetapi China telah menolak laporan penyiksaan tersebut dengan mengatakan bahwa kamp-kamp yang dimilikinya itu untuk pendidikan ulang.


Sementara itu, AS yang paling vokal mengatakan peduli tentang hak asasi manusia muslim seperti Uyghur justru bertolak belakang ketika menanggapi Palestina.


Pemerintah Joe Biden justru menyuarakan dukungan untuk hak pertahanan diri Israel dari serangan pejuang Palestina yakni Hamas.


Tanggapan Amerika Serikat terhadap muslim Palestina itulah yang akhirnya membuat China menjadi meradang kepada negara adidaya tersebut. [Democrazy/gmd]