51 Pegawai KPK Resmi Dipecat, Novel: Awalnya 75 Berubah Jadi 51, Ini Sudah Ditarget Sebelumnya! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 26 Mei 2021

51 Pegawai KPK Resmi Dipecat, Novel: Awalnya 75 Berubah Jadi 51, Ini Sudah Ditarget Sebelumnya!

51 Pegawai KPK Resmi Dipecat, Novel: Awalnya 75 Berubah Jadi 51, Ini Sudah Ditarget Sebelumnya!

51-Pegawai-KPK-Resmi-Dipecat-Novel-Awalnya-75-Berubah-Jadi-51-Ini-Sudah-Ditarget-Sebelumnya

DEMOCRAZY.ID - Sebanyak 51 dari 75 pegawai KPK tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak bisa lagi bergabung dengan lembaga antirasuah itu. 

Novel Baswedan, yang termasuk dari 75 pegawai tak lolos TWK, menilai ada agenda dari oknum pimpinan KPK untuk menyingkirkan pegawai.


"Terkait pengumuman pimpinan KPK yang disampaikan oleh AM, menggambarkan sikap oknum pimpinan KPK yang akan memaksakan agar terjadi pemecatan terhadap 75 pegawai KPK, baik langsung maupun tidak langsung," ujar Novel dalam keterangannya, Rabu (26/5/2021).


"Dengan adanya perubahan dari 75 menjadi 51, jelas menggambarkan bahwa TWK benar hanya sebagai alat untuk penyingkiran pegawai KPK tertentu yang telah ditarget sebelumnya. Hal ini mengonfirmasi dan semakin jelas terlihat bahwa ada agenda dari oknum pimpinan KPK untuk menyingkirkan pegawai KPK yang bekerja baik," katanya.


Menurutnya, oknum pimpinan KPK tetap melakukan upaya menyingkirkan pegawai dengan alat TWK. 


Novel mengatakan oknum pimpinan KPK itu abai dengan norma hukum dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Oknum pimpinan KPK tetap melakukan rencana awal untuk menyingkirkan pegawai KPK menggunakan alat TWK, sekalipun bertentangan dengan norma hukum dan arahan Bapak Presiden," katanya.


Meski demikian, Novel mengatakan dirinya dan rekan-rekannya yang tak lolos TWK akan tetap berjuang. 


Namun, kata dia, perjuangan yang dilakukan tidak selalu berhasil.


"Upaya pelemahan KPK dengan segala cara ini bukan hal yang baru, dan penyingkiran pegawai KPK yang ditarget ini bisa jadi merupakan tahap akhir untuk mematikan perjuangan pemberantasan korupsi. 


Saya yakin kawan-kawan akan tetap semangat, karena memang tidak semua perjuangan akan membuahkan hasil. 


Tetapi kami ingin memastikan bahwa perjuangan memberantas korupsi yang merupakan harapan masyarakat Indonesia ini harus dilakukan hingga akhir, sehingga bilapun tidak berhasil, maka kami akan dengan tegak mengatakan bahwa kami telah berupaya dengan sungguh-sungguh hingga batas akhir yang bisa diperjuangkan," ucapnya. [Democrazy/dtk]