Yasonna Laoly Akui Dulu Pernah Didatangi Pendiri Demokrat, Adukan Soal Hal Ini | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 03 April 2021

Yasonna Laoly Akui Dulu Pernah Didatangi Pendiri Demokrat, Adukan Soal Hal Ini

Yasonna Laoly Akui Dulu Pernah Didatangi Pendiri Demokrat, Adukan Soal Hal Ini

Yasonna-Laoly-Akui-Dulu-Pernah-Didatangi-Pendiri-Demokrat-Adukan-Soal-Hal-Ini

DEMOCRAZY.ID - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengungkapkan bahwa gejolak Partai Demokrat telah ia duga sejak lama.

Menurutnya, ia pernah didatangi oleh beberapa orang dari Partai Demokrat, termasuk pendiri tak beberapa lama setelah kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono ditetapkan.


Seperti diketahui, AHY diangkat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres V Partai Demokrat 2020 di JCC Senayan, Jakarta, pada Minggu, 14 Maret 2020.


Yasonna membeberkan bahwa sekelompok orang itu datang kepadanya dan mengatakan KLB yang mengangkat AHY sebagai Ketum itu tidak berjalan sesuai prosedur.


“Karena pada saat hasil kongres lalu yang menetapkan AHY dan kepengurusan Rifki, Teuku Rifki sebagai Sekjen, beberapa minggu kemudian sudah datang kelompok-kelompok Demokrat, ada pendiri, ada ini datang kepada saya mengatakan ‘itu kongresnya nggak benar, itu kongresnya begini, tidak apa, hanya asal ketok, tidak dibahas Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.’ Gitu, yah,” ungkap Yasonna dalam wawancara di YouTube Karni Ilyas Clup yang tayang pada Jumat, 2 April 2021.


Namun, saat itu, Yasonna tidak menindak-lanjuti laporan orang-orang Demokrat tersebut karena kepengurusan AHY telah disahkan.


“Itu setelah kita tetapkan kepengurusan, setelah kita sahkan. Saya katakan, kalian ribut setelah disahkan. Kalau tadi kalian dengan bukti-bukti sebelum kita sahkan, tentu kita akan teliti. Kalau ini nggak, kita udah sahkan, saya tidak bisa batalin itu, kamu gugat PTUN, saya bilang,” ujar Yasonna.


Dari kejadian itu, Yasonna mengaku bahwa ia telah merasakan adanya gejolak awal dalam tubuh Partai Demokrat. 


Terlebih, di dalam kepengurusan AHY tidak ada para kader-kader senior.


“Nah, saya dari situ saya sudah rasakan. Jujur setelah melihat komposisi yang ada di kepengurusan AHY sekarang, loh ini senior-senior lama kok nggak ada gitu yah?” tuturnya.


Belakangan, dugaan Yasonna pun benar bahwa gejolak Partai Demokrat terus berlanjut.


Hanya saja, persiapan kelompok yang tidak menyetujui KLB V belum matang sehingga pergerakan mereka baru muncul belakangan.


Ketika akhirnya bergerak pun, meski telah matang, persiapan mereka kurang sempurna.


“Dan dugaan saya benar, gejolak itu terbawa terus. Hanya mungkin belum matang banget, itu aja,” kata Yasonna.


“Belakangan jadi matang yah?” timpal Karni.


“Iya. Ini matang tapi belum sempurna,” jawab Yasonna. [Democrazy/trk]