Ternyata Tiga Hari Sebelum Kilang Balongan Terbakar, Warga Gelar Aksi Protes ke Pertamina | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 05 April 2021

Ternyata Tiga Hari Sebelum Kilang Balongan Terbakar, Warga Gelar Aksi Protes ke Pertamina

Ternyata Tiga Hari Sebelum Kilang Balongan Terbakar, Warga Gelar Aksi Protes ke Pertamina

Ternyata-Tiga-Hari-Sebelum-Kilang-Balongan-Terbakar-Warga-Gelar-Aksi-Protes-ke-Pertamina

DEMOCRAZY.ID - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar Maman Abdurrahman mempertanyakan kabar warga melakukan demo sebelum terjadi kebakaran kilang minyak di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati beserta jajaran, Senin (5/4/2021).


Berdasarkan laporan yang didapatnya, bahwa ada kabar yang menyebutkan warga sekitar kilang Balongan telah melakuka protes kepada pihak Pertamina.


"Bu Dirut, saya dapat informasi ada dua hal, sebetulnya dua ata tiga hari sebelum terjadi ledakan sudah terjadi demonstrasi dari masyarakat yang memprotes. Ini isu yang mumcul ya data dari lapangan," kata Maman di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta.


Maman menambahkan, terjadi indikasi pembiaran supaya kilang tersebut meledak.


Asumsi itu berawal dari adanya protes warga yang tak direspons pihak Pertamina.


"Ini maksud saya penekanan kepada Pertamina harus tuntas, supaya ke depan menjadi efek jera atau awareness di internal Pertamina," ujarnya.


Selain itu, Maman juga mempertanyakan kabar mengenai tangki yang sudah tak terpakai lagi.


Menurutnya, kebakaran tersebut memunculkan spekulasi lebih jauh yakni adanya mafia yang terlibat.


"Ini perlu diluruskan karena masuk lebih jauh indikasi mafia main, sengaja akhirnya impor masuk. Ini spemulasi yamg akhirnya berdamlak pada performanca Pertamina," ujarnya.


Menjawab pertanyaan Maman, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati memastikan tangki yang berisi Pertalite itu terbakar masih digunakan sebelumnya dan secara rutin menjalani perawatan.


Tangki tersebut tersambung dengan TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak) Balongan.


"Jadi sekarang bagaimana dengan tidak beroperasi 4 tangki ini karena terbakar, kita lakukan percepatan pengirimannya. Jadi tidak melalui tangki tapi langusng dari hasil kilang ke TBBM," ucapnya.


Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Refining & Petrochemical Subholding Pertamina, Djoko Priyono merespons soal adanya kabar warga demo sebelum kebakaran.


Dia mengonfirmasi bahwa benar ada protes yang dilakukan warga beberapa jam sebelum ledakan terjadi.


Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, maka akses menuju kilang pun ditutup


"Komplainnya itu di jam 11 malam dengan komplain itu kita lakukan tindakan jangan boleh mendekat. Yang dari arah menuju kilang kita close tidak boleh mendekati arah situ," ucapnya.


"Kebetulan yang terkena dari pulang pengajian dari arah kilang menuju pulang pak. Jadi kita close sudah dilakukan pengamanan," katanya. [Democrazy/trbn]