Survei SMRC: Tak Sama dengan PKB, Pemilih PKS hingga PAN Menolak FPI Dibubarkan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 06 April 2021

Survei SMRC: Tak Sama dengan PKB, Pemilih PKS hingga PAN Menolak FPI Dibubarkan

Survei SMRC: Tak Sama dengan PKB, Pemilih PKS hingga PAN Menolak FPI Dibubarkan

Survei-SMRC-Tak-Sama-dengan-PKB-Pemilih-PKS-hingga-PAN-Menolak-FPI-Dibubarkan

DEMOCRAZY.ID - Organisasi Front Pembela Islam atau FPI kekinian secara resmi sudah dibubarkan pemerintah lewat Surat Keputusan Bersama atau SKB. 

Namun, pendukung partai islam seperti PAN, PKS hingga PPP disebut dalam survei kuat menolak menolak FPI dibubarkan yang dilakukan pemerintah.


Hal itu seperti dipaparkan dalam hasil survei terbaru milik lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan tajuk "Sikap Publik Nasional terhadap FPI dan HTI”. 


Survei berskala nasional itu dilakukan pada 28 Februari - 5 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei diperkirakan +/- 3,07 persen.


Manajer program SMRC, Saidiman Ahmad mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan pihaknya yang menyatakan tidak setuju pembubaran FPI oleh pemerintah bisa diidentifikasi dari sejumlah klaster. 


Diantaranya dari partai politik yang didukung  masyarakat. 


"Dilihat dari sisi partai yang didukung, kecenderungan terkuat untuk menolak pembubaran FPI datang dari warga yang memilih PAN (76%), PKS (68%), dan PPP (66%)," kata Saidiman di Jakarta, Selasa (6/4/2021). 


Sementara itu, untuk pendukung partai islam lainnya yakni pendukung Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB justru disebut mendukung FPI dibubarkan. 


Ada 70 persen masyarakat yang memilih PKB mendukung FPI dibubarkan pemerintah. 


Adapun selain PKB, masyarakat yang mendukung PDIP hingga Nasdem juga disebut paling tinggi mendukung FPI dibubarkan. 


"Kecenderungan terkuat untuk mendukung pembubaran FPI datang dari warga yang memilih PDIP (88%), Nasdem (72%)," tuturnya. 


Lebih lanjut, survei SMRC ini menunjukkan bahwa secara nasional, dari keseluruhan warga yang yang tahu FPI telah dibubarkan, ada sekitar 59 persen menyatakan setuju dengan pembubaran FPI dan yang tidak setuju 35 persen. [Democrazy/sra]