Survei IPO Sebut Anies Baswedan Paling Potensial di 2024, Pengamat: Karena Beliau Tidak Antikritik | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 11 April 2021

Survei IPO Sebut Anies Baswedan Paling Potensial di 2024, Pengamat: Karena Beliau Tidak Antikritik

Survei IPO Sebut Anies Baswedan Paling Potensial di 2024, Pengamat: Karena Beliau Tidak Antikritik

Survei-IPO-Sebut-Anies-Baswedan-Paling-Potensial-di-2024-Pengamat-Karena-Beliau-Tidak-Antikritik

DEMOCRAZY.ID - Survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) menemukan pengaruh penanganan pandemi Covid-19 terhadap tingkat keterpilihan tokoh-tokoh potensial untuk Pilpres 2024 mendatang.

Dalam hasil survei IPO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sosok yang dinilai oleh masyarakat paling potensial dalam Pilpres 2024.


Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) kepada 1.200 responden pada Maret 2021.


Menanggapi survei tersebut, Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa menilai Gubernur DKI tersebut memang pantas jadi kandidat kuat dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.


"Saya kira sudah tepat. Anies unggul dari semua kandidat untuk Capres 2024. Survei CISA pun sejak Februari 2021 menempatkan Anies sebagai kandidat terkuat. Hal ini tidak bisa dipungkiri," tutur Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui keterangan persnya, Minggu (11/4/2021).


Menurutnya, Anies memenuhi beberapa indikator sebagai kandidat Presiden 2024 karena memiliki kapasitas kepemimpinan di tingkat Ibukota Negara.


"Anies menjadi kuat salah satunya karena menjadi Gubernur di Ibukota Negara. Hal ini menjadikan insentif bagi tren elektoral Anies yang sering disorot. Apalagi DKI Jakarta hari ini adalah miniaturnya Indonesia," tutur Herry.


Lebih lanjut Herry menambahkan bahwa Anies mampu menjaga eksistensinya sebagai pemimpin yang tidak anti terhadap kritik.


"Setiap saat Anies ini dikritik, tetapi tidak pernah sekalipun dia melakukan upaya untuk menyerang secara langsung. Namun Anies terus menunjukkan produktivitasnya sebagai Kepala Daerah," terangnya.


Lagipula Anies juga sampai sekarang konsisten sebagai tokoh opsional dan alternatif di tahun 2024.


"Dugaan saya ada hasrat yang muncul dari publik yang merindukan tokoh alternatif di tahun 2024. Ada di Anies dan kemudian juga ada di AHY. Mereka ini dari sisi ketokohan oposisi mampu menempatkan diri dan saya kira layak diperhitungkan," jelas Herry.



Di akhir, Herry menyampaikan agar Anies tetap konsisten menunjukkan kualitas kepemimpinan nasional terutama harus anti terhadap korupsi.


"Jangan dikira bahwa korupsi tidak menjadi aspek dalam penilaian publik terhadap konstelasi politik 2024. Ini tetap harus diperhatikan. Jika Anies tidak tersandung kasus korupsi maka ini bisa memuluskan karir politiknya," pungkas Herry Mendrofa.


Seperti diketahui, dalam hasil survei IPO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sosok yang dinilai oleh masyarakat paling potensial dalam Pilpres 2024.


Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) kepada 1.200 responden pada Maret 2021.


"Dalam catatan IPO yang masih mendominasi Anies Baswedan dengan 15,8 persen. Kemudian Pak Ganjar Pranowo 12,6 persen, kemudian Sandiaga Uno 9,5 persen," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam diskusi Polemik bertajuk 'Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024', secara virtual, Sabtu (10/4/2021).


Di posisi keempat, ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan persentase 7,9 persen.


Menariknya, sosok Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, masuk ke dalam lima besar tingkat keterpilihan di survei IPO ini.


Putra sulung Presiden RI keenam ini mendapat perolehan tingkat keterpilihan sebesar 7,1 persen, atau berada di atas sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang memperoleh 5,7 persen.


"Kalau dari unsur kabinet, mau tidak mau yang paling populer memang Prabowo Subianto. Dengan perolehan elektabilitas di survei IPO 5,7 persen, ini rendah ya," ucap Dedi.


Survei tersebut dilakukan pada 10-22 Maret 2021.


Metode pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat.


Survei ini mengambil representasi sampel sejumlah 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional dengan tingkat akurasi data 97 persen. [Democrazy/trb]