Sepakat Pernyataan Rizal Ramli Sentil Rekayasa Lembaga Survei, Haikal Hassan: Pelacur Intelektual! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 02 April 2021

Sepakat Pernyataan Rizal Ramli Sentil Rekayasa Lembaga Survei, Haikal Hassan: Pelacur Intelektual!

Sepakat Pernyataan Rizal Ramli Sentil Rekayasa Lembaga Survei, Haikal Hassan: Pelacur Intelektual!

Sepakat-Pernyataan-Rizal-Ramli-Sentil-Rekayasa-Lembaga-Survei-Haikal-Hassan-Pelacur-Intelektual

DEMOCRAZY.ID - Rizal Ramli menyinggung soal lembaga-lembaga survei yang merekayasa hasil surveinya karena dibayar.

Awalnya, dipandu Haikal Hassan, beberapa tokoh berbicara soal wacana presiden tiga periode yang beberapa waktu lalu sempat sangat ramai dibicarakan.


Said Didu, Rizal Ramli, Rocky Gerung, dan Ichsanuddin Noorsy nampaknya sepakat bahwa wacana tersebut benar-benar akan diwujudkan.


Rizal Ramli lalu mengatakan bahwa untuk mewujudkan rencana tersebut, para pihak yang bersangkutan akan menggodok melalui berbagai hal, salah satunya melalui lembaga survei.


“Saya mau tambahkan tadi, karena ini kan bakal direkayasa yah, lewat buzzer, lewat publik opini. Dan satu lagi tiangnya itu adalah lembaga survei,” kata Rizal Ramli dalam video yang diunggah CyberTV pada Jumat, 2 April 2021.


Ia lantas menyinggung jejak lembaga-lembaga survei memiliki margin of error sangat besar. Contohnya, pada saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.


“Tapi kalau kita lihat track record lembaga survei, contohnya pada pemilihan Gubernur DKI yang terakhir, itu kesalahan ramalan 9 kali margin of error. Kalau penelitian yang benar, salahnya sesuai margin error plus minus 2,” kata Rizal.


Rizal pun menyindir bahwa lembaga-lembaga survei seperti itu jika berada diluar negeri pasti sudah hancur. 


Ia bahkan spesifik menyebut pemilik lembaga-lembaga survei yang menurutnya rela bohong karena dibayar.


“Kalau di luar negeri sih sudah hancur yang bersangkutan. Yang namanya Saiful Mujani, Denny JA, Yunarto. Terus terang mereka kadalin rakyat kita hanya karena dibayar,” ujar Rizal.


“Mereka sebetulnya punya tanggung jawab moral. Mereka menarik manfaat dari sistem demokrasi yang kita perjuangkan. Kebanyakan mereka tidak ikut berjuang mengubah dari negara otoriter ke demokrasi. Habis itu manfaatkan situasi itu untuk nyari uang dengan ngibulin, ngadalin rakyat. Kok bisa kesalahan prediksi 9 kali dari margin of error,” tandasnya.


Rizal lantas mengajak Rocky Gerung dan lain-lain untuk menuntut lembaga yang nantinya mengeluarkan survei tidak benar.


Hal itu pun disetujui oleh Haikal Hassan yang menyebut bahwa lembaga-lembaga survei seperti itu adalah ‘pelacur intelektual.’


“Usul dari Pak Rizal Ramli harus kita wujudkan, kita pantau itu semua, mohon maaf kalau bahasa saya itu ‘pelacur intelektual’, kita tuntut ramai-ramai kalau dia abal-abal dalam melakukan survei-nya,” kata Haikal. [Democrazy/trk]