Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung Usul Tokoh Ini Jadi Menteri Investasi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 23 April 2021

Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung Usul Tokoh Ini Jadi Menteri Investasi

Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung Usul Tokoh Ini Jadi Menteri Investasi

Reshuffle-Kabinet-Rocky-Gerung-Usul-Tokoh-Ini-Jadi-Menteri-Investasi

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara soal rencana kocong ulang atau reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi. 

Salah satu alasan rencana dari reshuffle ini adalah telah disetujuinya pembentukan kementerian baru yakni Kementerian Investasi.


Rocky mengusulkan nama Sjamsul Nursalim, mantan tersangka korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebagai menteri investasi. 


Usulan itu disampaikan menyusul komitmen pemerintah yang konon bakal menagih dana BLBI kepada para obligor atau debitur yang mencapai totalnya Rp110 triliun.


"Kalo begitu, menteri investasi yang paling tepat adalah Sjamsul Nursalim. Dia nggak punya masalah hukum, dan dia tahu dimana obligor semuanya, jadi itu aja kan," kata Rocky dalam webinar bertajuk 'Menimbang Kementerian Baru dan Reshuffle Kabinet di Tengah Pandemi', Jumat (23/4/2021).


Dia menyebut, apabila Sjamsul dijadikan sebagai menteri, maka komitmen pemerintah untuk membawa pulang uang dari dana BLBI akan semakin mudah. 


Bahkan, katanya, bisa juga akan membuka peluang lebih besar investasi di Indonesia.


"Jadi saya usul supaya pak Sjamsul Nursalim itu diangkat sebagai menteri investasi. Gak ada beban politiknya, bukan dari partai politik manapun. Jadi kita harus berfikir caranya kalo mau efisien," ujar dia.


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah akan menagih dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada para obligor atau debitur yang mencapai total Rp110 triliun.


Mahfud memutuskan penagihan tersebut setelah melakukan rapat bersama Satgas Penanganan Hak Tagih BLBI pada hari ini, Kamis (15/4/2021).


"Per hari ini dan ini yang kemudian menjadi data ada 110 triliun 454 miliyar 809 juta plus 645 ribu (atau diangkakan) Rp110.454.809.645.467," ujar Mahfud dalam jumpa pers secara virtual. [Democrazy/sdn]