Ramalan Said Didu: Erick Thohir Bakal 'Panen' Proyek Mangkrak 2021 Ini | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 12 April 2021

Ramalan Said Didu: Erick Thohir Bakal 'Panen' Proyek Mangkrak 2021 Ini

Ramalan Said Didu: Erick Thohir Bakal 'Panen' Proyek Mangkrak 2021 Ini

Ramalan-Said-Didu-Erick-Thohir-Bakal-Panen-Proyek-Mangkrak-2021-Ini

DEMOCRAZY.ID - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu memprediksi Menteri BUMN Erick Thohir akan panen proyek infrastruktur mangkrak pada 2021. 

Pasalnya, ada sejumlah proyek infrastruktur BUMN karya yang tidak memiliki nilai keekonomian.


Sayangnya, di tengah kondisi itu pemerintah tidak memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN untuk menggarap infrastruktur yang tidak memiliki nilai keekonomian itu sejak 2017.


Padahal sebelumnya, pemerintah menyuntikkan PMN pada BUMN untuk proyek yang tidak layak secara ekonomi pada 2016. 


Imbasnya, perusahaan pelat merah terpaksa mencari utang untuk membiayai pembangunan proyek penugasan.


"Saya sudah perkirakan memang 2018-2019 bahwa kalau tidak ada PMN maka 2021 itu pasti proyek tersebut mangkrak," ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk 'Mencari Jalan Keluar Menggunungnya Utang BUMN Karya', Jumat (9/4).


Menurutnya, proyek BUMN mangkrak itu akan muncul tahun ini lantaran mayoritas proyek BUMN yang tidak layak secara nilai keekonomian selesai. 


Sejalan dengan itu, muncul tiga beban sekaligus bagi perusahaan pelat merah penanggung jawab proyek.


Itu meliputi, beban operasional, utang, dan penyusutan.


"Tiga beban itu sekaligus muncul, sementara revenue (pendapatan) memang dinyatakan dari awal tidak layak. Nah, 2020 mulai muncul itu semua sehingga menjadi sangat berat bagi BUMN konstruksi untuk menutupi kerugian tersebut," paparnya.


Ia mencontohkan sejumlah proyek yang tidak layak secara nilai keekonomian adalah Jalan Tol Bekasi-Cawang-Melayu (Becakayu) dan Bandara Internasional Kertajati.


Kedua proyek itu, lanjutnya, sudah diputuskan tidak dibangun karena tidak layak secara nilai keekonomian.


Sayangnya, kedua proyek itu diputuskan untuk dilanjutkan pembangunannya.


"Kemudian dibangun dan itu (Tol Becakayu) menjadi tol termahal di dunia. Seperti halnya juga Bandara Kertajati, memang diputuskan tidak dibangun saat awal Presiden Jokowi juga diputuskan tidak membangun, saat Pak Jonan menjadi Menhub karena memang tidak layak, tapi saat Pak Budi Karya jadi Menhub diteruskan pembangunan proyek itu dan itu semua masalah seperti sekarang," terangnya.


Menurutnya, hanya ada dua solusi untuk mengatasi proyek BUMN mangkrak, yakni bantuan pemerintah lewat PMN serta penjualan proyek.


"Tapi, saya tidak yakin ini laku," katanya. [Democrazy/cnn]