Petinggi DPR Terseret Kasus Suap, Rocky Gerung: Sejarah Jokowi Itu Kasus Korupsi Bertumpuk-tumpuk! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 26 April 2021

Petinggi DPR Terseret Kasus Suap, Rocky Gerung: Sejarah Jokowi Itu Kasus Korupsi Bertumpuk-tumpuk!

Petinggi DPR Terseret Kasus Suap, Rocky Gerung: Sejarah Jokowi Itu Kasus Korupsi Bertumpuk-tumpuk!

Petinggi-DPR-Terseret-Kasus-Suap-Rocky-Gerung-Sejarah-Jokowi-Itu-Kasus-Korupsi-Bertumpuk-tumpuk

DEMOCRAZY.ID - Azis Syamsuddin selaku Wakil Ketua DPR menjadi sorotan publik Indonesia perihal dugaan keterlibatan dirinya pada kasus suap.

Kasus suap ini melibatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stefanus Robin Pettuju dengan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.


Ketua KPK, Firli Bahuri mengungkapkan bahwa Aziz Syamsuddin berperan sebagai aktor utama dalam pertemuan antara Stefanus Robin Pettuju dengan M Syahrial.


Menanggapi hal ini, Rocky Gerung sebagai seorang pengamat politik menyampaikan pandangannya melalui Youtube Rocky Gerung Official berjudul “GOODBYE... SAYA TIDAK PERCAYA LAGI KPK”.


Rocky menilai bahwa ini adalah soal serius karena sejarah KPK semakin kelam dan harapan bangsa KPK bisa memberantas korupsi itu sudah pupus.


“Jadi (soal) serius karena sejarah KPK akhirnya menjadi sejarah kelam dan harapan bahwa kapal KPK bisa membawa keadilan itu udah pupus sama sekali, (bahkan) orang kehabisan kesabaran dan kehabisan caci maki buat pemberantasan korupsi,” ujar Rocky.


Rocky berpendapat bahwa sejarah Presiden Jokowi juga akan diingat karena saat periode Jokowi sudah banyak kasus korupsi yang terjadi.


“Dan yang akan diingat bukan sekedar sejarah buruk KPK tapi sejarah Presiden Jokowi karena dalam periode dia itu bertumpuk terus kasus korupsi,” katanya.


Hal ini tidak akan menjadi sebuah persoalan bila pemerintah menyelesaikan masalah ini.


“Menjadi soal gak? Gak ada soal, kalau diselesaikan, tapi masalahnya Presiden Jokowi (dan) di era Jokowi itu kasus yang menyangkut pejabat kuat (dan) tinggi politik itu hampir tidak ada yang diselesaikan,” terangnya.


Bahkan Rocky memaparkan bahwa di era Jokowi kasus yang menyangkut pejabat tinggi itu tidak diselesaikan dan hukumannya sangat minimal.


“Hukumannya sangat minimal bahkan dicari-cari keterangan supaya ada keringanan segala macam,” imbuhnya.


Menurut Rocky komitmen untuk memberantas korupsi hanya diucapkan saat berkampanye saja dan setelahnya dilupakan begitu saja.


“Jadi komitmen pemberantasan korupsi itu betul-betul sekedar diucapkan di depan masa kampanye setelah itu gak ada dan itu yang kita lihat konsistensi yang bagus dari presiden adalah memburukan KPK, itu konsistensi yang bagus dari beliau (presiden) tuh,” tandasnya.


Maka dari itu, Rocky Gerung menilai bahwa rakyat Indonesia kini sudah tidak percaya dengan KPK meskipun pimpinannya sendiri telah berjanji akan menegakkan kembali integritas KPK.


Rocky menilai bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah tidak percaya dengan KPK. 


Lalu Rocky memaparkan bahwa korupsi itu selalu tejadi jika ada surplus kekuasaan.


“Kenyataan hari ini kan tokohnya (Wakil) Ketua DPR tuh dan kita tahu bahwa korupsi itu selalu terjadi kalau ada surplus kekuasaan,” ungkap Rocky.


Rocky juga menuturkan bahwa korupsi terjadi bukan karena orang kekurangan moral namun karena orang memiliki kekuasaan berlebih.


“Korupsi itu artinya hak rakyat untuk menikmati kesehjateraan itu diambil alih atau dicuri oleh pejabat negara, nah saya selalu katakan bahwa korupsi itu bukan karena orang kekurangan moral tapi karena kelebihan kuasa tuh,” terangnya. [Democrazy/glm]