Pertanyakan Visi Misi Poros Partai Islam, Elite PBNU: Apakah Bisa Diterima Seluruh Golongan? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 20 April 2021

Pertanyakan Visi Misi Poros Partai Islam, Elite PBNU: Apakah Bisa Diterima Seluruh Golongan?

Pertanyakan Visi Misi Poros Partai Islam, Elite PBNU: Apakah Bisa Diterima Seluruh Golongan?

Pertanyakan-Visi-Misi-Poros-Partai-Islam-Elite-PBNU-Apakah-Bisa-Diterima-Seluruh-Golongan

DEMOCRAZY.ID - Wacana poros partai Islam untuk pilpres 2024 belakangan ini menguat usai pertemuan PKS dan PPP. 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud menilai saat ini partai islam masih eksis dan bertambah banyak.


"Pada prinsipnya, akan membuat apa saja di negara demokrasi adalah sah dan boleh. Itu merupakan hak warga negara untuk kebebasan berserikat warga bangsa. Namun, dalam perjalanan suatu bangsa berserikat melalui Partai Islam dengan pasang surutnya, sampai saat ini masih eksis dan bertambah jumlah partai Islam dan yang berbasis Islam," ujar Marsudi saat dihubungi, Senin (19/4/2021)


Marsudi mengatakan, bila yang dimaksudkan poros islam sebagai organisasi disebut saat ini telah banyak organisasi tersebut. 


Tidak hanya itu, organisasi pendiri bangsa seperti NU dan Muhammadiyah juga dinilai masih kokoh berdiri.


"Jika yang dimaksud poros Islam sebagai organisasi kemasyarakatan 'jamiyah wathoniyah Islamiyah', sudah banyak organisasi Islam yang berkumpul. Di MUI saja lebih dari 80 organisasi yang exis berdiri sebagai pendiri bangsa ini pun masih kokoh berdiri, seperti NU dan muhammadiyah dan lainnya yang berdiri sebelum kemerdekaan Republik ini," kata Marsudi.


Dia juga menilai perlu adanya visi dan misi dalam membuat poros islam. 


Visi dan misi ini menurutnya, perlu diterima oleh seluruh golongan.


"Jika usaha besar membuat poros Islam melalui organisasi atau partai dimaksud, maka visi-misi apa yang akan ditawarkan untuk mengikat perjuangannya," ujar Marsudi.


"Perlu visi dan misi yang bisa diterima oleh seluruh golongan dan tujuan yang akan diraihnya. Jika tidak ada 'Common Goal' bersama yang dicita-citakan bersama, maka bisa terbentuk namun tetap kecil," tuturnya.


Meski memiliki visi dan misi dan tujuan, namun menurutnya poros yang terbentuk tetap kecil. 


Untuk membuat poros yang besar dinilai perlu menyatukan masa.


"Untuk menjadi besar Posros yang akan di gagas harus mampu, 'unite the people save their energy' dan arahkan tujuannya," pungkasnya.


Diketahui PKS dan PPP sebelumnya mewacanakan terbentuknya koalisi poros partai Islam di 2024. 


PKS mengungkap sudah ada beberapa alternatif capres yang mungkin diajukan koalisi poros islam pada Pilpres 2024.


"Sudah ada beberapa alternatif, tapi clue nya selalu masuk lima besar survei nasional," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, saat dihubungi, Kamis (15/4).


Mardani enggan menjelaskan lebih lanjut siapa sosok yang selalu masuk dalam 5 besar survei pilpres 2024. 


Namun berdasarkan survei yang pernah dikeluarkan sejumlah lembaga akhir-akhir ini, ada sejumlah nama yang kerap masuk sosok 5 besar yakni Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil. [Democrazy/dtk]