Permasalahan Bangsa Dinilai Tak Bakal Tuntas Jika Parpol Pilih Kader Berdasarkan Tingkat Popularitas bukan Kapasitas | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 12 April 2021

Permasalahan Bangsa Dinilai Tak Bakal Tuntas Jika Parpol Pilih Kader Berdasarkan Tingkat Popularitas bukan Kapasitas

Permasalahan Bangsa Dinilai Tak Bakal Tuntas Jika Parpol Pilih Kader Berdasarkan Tingkat Popularitas bukan Kapasitas

Permasalahan-Bangsa-Dinilai-Tak-Bakal-Tuntas-Jika-Parpol-Pilih-Kader-Berdasarkan-Tingkat-Popularitas-bukan-Kapasitas

DEMOCRAZY.ID - Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Adhie Massardi menilai partai politik (parpol) tidak akan menelurkan kader yang bisa menyelesaikan permasalahan bangsa jika hanya mengacu pada popularitas. 

Menurut Adhie, untuk bisa menyelesaikan persoalan, parpol harus memilih kader untuk maju mengikuti kontestasi pemilu sesuai dengan kapasitas dan kualitasnya. 


Adhie menjelaskan bahwa parpol semestinya mencari kader secara mandiri. 


Baru berusaha meningkatkan popularitas kader dan elektabilitasnya.


"Di masa lalu parpol yang mencari tokoh-tokohnya kemudian disampaikan pada masyarakat. Tapi ketika parpol lupa dan alpa dalam mencari, menyeleksi tokoh-tokohnya, kemudian masyarakat memilih sendiri lewat sosial media dan diangkat oleh lembaga-lembaga survei, parpol baru melirik nama-nama itu," jelas Adhie dalam Peluncuran Hasil Survei Calon Pemimpin 2024 yang diadakain KedaiKOPI, Senin (12/4/2021). 


Padahal, sambung Adhie, yang akhirnya menentukan siapa kandidat yang berhak maju dalam kontestasi pemilu adalah parpol itu sendiri. 


Pemilihan kandidat itu, jelas Adhi, mempertimbangkan persyaratan seperti jika pilpres berarti presidential threshold, begitu pun dengan pemilihan kandidat di Pilkada. 


"Nah pertanyaannya kemudian adalah parpol akan menentukan sendiri kandidatnya, atau mencari (kandidat) yang dibicarakan masyarakat," ungkap dia. 


"Kalau itu (yang dibicarakan) yang dipilih, berarti persoalan bangsa ini akan tetap menjadi persoalan. Karena (kandidat) yang diangkat ini adalah tokoh-tokoh yang memiliki popularitas tinggi, elektabilitas tinggi menurut versi lembaga-lembaga survei itu," jelasnya. 


Sebagai informasi Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menyampaikan hasil surveinya pada ketegori elektabilitas terbuka tentang sosok yang cocok menjadi Presiden 2024. 


Hasil survei tersebut menunjukan nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di peringkat pertama dengan capaian 24,5 persen. 


Pada peringkat kedua diisi oleh Presiden Joko Widodo dengan presentase 18,5 persen. 


Diikuti peringkat ketiga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan raihan 16,5 persen.


Selain itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di peringkat keempat dengan 13,3 persen. 


Adapun peringkat kelima adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mendapat angka 12,5 persen. 


Diketahui survei yang dilakukan KedaiKOPI melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. 


Survei ini dilakukan pada periode 29 Maret hingga 4 April 2021. [Democrazy/kmp]