Pengamat Politik: Watak "Anti Demokrasi" Semakin Diperlihatkan Rezim dengan Penangkapan Sejumlah Aktivis & Ulama | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 30 April 2021

Pengamat Politik: Watak "Anti Demokrasi" Semakin Diperlihatkan Rezim dengan Penangkapan Sejumlah Aktivis & Ulama

Pengamat Politik: Watak "Anti Demokrasi" Semakin Diperlihatkan Rezim dengan Penangkapan Sejumlah Aktivis & Ulama

Pengamat-Politik-Watak-Anti-Demokrasi-Semakin-Diperlihatkan-Rezim-dengan-Penangkapan-Sejumlah-Aktivis-dan-Ulama

DEMOCRAZY.ID - Penangkapan ulama dan aktivis yang kritis dianggap semakin memperlihatkan watak rezim Joko Widodo yang sebenarnya, yaitu anti demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).

Begitu kata pengamat sosial politik, Muslim Arbi menanggapi penangkapan mantan Sekretaris Umum FPI yang juga mantan Ketua YLBHI, Munarman. 


Di mana sebelumnya tokoh ulama Habib Rizieq Shihab (HRS) dan para aktivis seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat juga ditangkap


"Penangkapan ulama, HRS dan kawan-kawan, serta sejumlah aktivis seperti Munarman, Syahganda, Jumhur, Anton Permana pentolan KAMI, semakin perlihatkan watak rezim Jokowi yang anti demokrasi dan HAM," ujar Muslim, Jumat (30/4).


Muslim pun menyinggung Jokowi yang sebenarnya juga dianggap melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 saat berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, jika mengingat alasan rezim menangkap HRS adalah pelanggaran prokes.


"Rezim tidak mau dikritik. Ini otoriter dan menindas. Soal prokes, Jokowi dan sejumlah kalangan langgar prokes, dibiarkan. Ini kezaliman yang nyata," kata Muslim.


Muslim pun mendesak Presiden Jokowi untuk segera membebaskan para tahanan politik untuk memulihkan citranya.


"Segera bebaskan HRS dan ulama yang ditahan itu, juga Munarman, Syahganda dkknya," pungkas Muslim. [Democrazy/rml]