Pelni Larang Ceramah, Pengacara HRS: Mungkin Mereka Alergi Islam! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 11 April 2021

Pelni Larang Ceramah, Pengacara HRS: Mungkin Mereka Alergi Islam!

Pelni Larang Ceramah, Pengacara HRS: Mungkin Mereka Alergi Islam!

Pelni-Larang-Ceramah-Pengacara-HRS-Mungkin-Mereka-Alergi-Islam

DEMOCRAZY.ID - Pelarangan ceramah kajian Ramadhan yang dilakukan PT Pelni memantik pengcara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar angkat suara.

Menurutnya, pelarangan yang dilakukan jajaran direksi perusahaan plat merah itu sudah sangat keterlaluan.


“Kasihan umat Islam, (pemimpin) dikuasai banyak oleh ruwaibidhah, sehingga termarginalkan,” ujar Aziz, Minggu (11/4/2021).


Padahal, para penceramah yang dihadirkan dalam kajian online itu sejatinya hanya mengajakn kebaikan dan bukan aksi teror atau radikalisme.


“Umat Islam yang ajarannya saling menasihati dalam kebaikan saja dipersulit,” kata Aziz.


Aziz menduga, pelarangan penyelenggaraan ceramaj kajian online itu terjadi lantaran Islamophobia.


“Mungkin (alergi Islam), padahal penduduk Indonesia mayoritas muslim, tetapi ajaan Islam termarginalkan,” tandasnya.


Sebagai informasi, ‘ruwaibidhah’ terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dalam Sunan-nya, bab syiddatu al-zaman (kerasnya zaman) nomor 4026.


Bunyinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum”


Untuk diketahui, kajian online Meeting Ramadhan 1442 H yang digelar @BakisPelni (Badan Kerohanian Islam), rencananya diisi oleh sejumlah pembicara.


Di antaranya Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar Putrananda, Ustaz Subhan Bawazier, KH Cholil Nafis yang juga Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan Ustaz Syafiq Riza Basalamah.


Namun kajian online itu mendadak dibatalkan jajaran direksi dan komisaris PT Pelni dengan alasan tidak ada izin.


Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budiyarto memberikan penjelasan terkait beredarnya poster kajian Ramadhan online yang diisi beberapa tokoh agama.


Kata Dede, sapaan akrabnya, Dewan Direksi Pelni belum memberi izin pembicara yang didatangkan pada acara itu.


Hal itu pula yang menjadi alasan pihaknya membatalkan acara tersebut.


“Direksi sampai saat ini belum mendapat info pembicara yang akan diundang dalam kegiatan Ramadhan,” katanya, Minggu (11/4/2021).


Sehubungan dengan hal tersebut, Pelni akhirnya memutuskan untuk meniadakan kegiatan ceramah dalam kegiatan Ramadhan.


Sementara buntut dari pembatalan ini, ada pejabat yang dimutasi dari jabatannya ke posisi lain.


“Sementara ini yang dimutasi level supervisor dan dibebastugaskan sebagai VP,” ujarnya.


Menurutnya, ini sekaligus menjadi warning bagi seluruh BUMN agar bisa bertindak tegas.


“Ini pelajaran sekaligus warning kepada seluruh BUMN. Jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus,” ujarnya. [Democrazy/pjst]