Pantas Zakiah Aini Gampang Miliki Pistol, Sang Penjual Bongkar Cara Belinya | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 05 April 2021

Pantas Zakiah Aini Gampang Miliki Pistol, Sang Penjual Bongkar Cara Belinya

Pantas Zakiah Aini Gampang Miliki Pistol, Sang Penjual Bongkar Cara Belinya

Pantas-Zakiah-Aini-Gampang-Miliki-Pistol-Sang-Penjual-Bongkar-Cara-Belinya

DEMOCRAZY.ID - Penyerangan teroris di Mabes Polri yang akhirnya menewaskan wanita bernama Zakiah Aini (25) karena dinilai membahayakan membawa pistol airsoft gun. 

Ternyata berdasarkan pengembangan polisi, diketahui Zakiah Aini sangat mudah mendapatkan pistol yang dibawanya melakukan teror.


Berdasarkan pengakuan penjual MK alias IM yang menjual pistol tersebut kepada Zakiah Aini sebagai penyerang Mabes Polri sangat mudah mendapatkan pistol yang dibawah Zakiah Aini. 


Karena setiap orang yang ingin membeli pistol di tokonya tersebut syaratnya mudah dan gampang.


Penjual mengaku hanya meminta foto copy KTP pembeli yang kemudian kebutuhan identitas diri tersebut akan dipergunakan untuk membuat kartu tanda anggota (KTA).


Hal tersebut juga dibenarkan Direktur Yayasan perdamaian jalin, Yudi Zulfahri yang juga teman MK bahwa bisnis jualan senjata yang dilakukan MK cukup berkembang dan terbuka untuk umum.


“Dia menjual inikan (senjata) terbuka untuk umum, dia ada websitenya orang bisa beli di website itu dan siapa aja bisa beli,” kata Yudi.


Dengan syarat KTP dari pembeli, harga senjata yang dibeli seperti Zakiah Aini akan langsung mendapatkan KTA klub tanpa adanya tambahan biaya yang dikenaka penjual ke pembeli.


Sehingga penjual akan otomatis mendaftarkan kepemilikan pistol yang dibelinya sebagai klub menembak yang menjadi bagian izin kepemilikan senjata atau pistol.


 “Setiap pembelian itu biasanya akan diuruskan KTA klub, tapi saya sendiri tidak tahu status klubnya ini apakah resmi di bawah Perbakin atau nggak, itu saya tidak tahu. Kalau nggak salah nama klubnya itu Basis Airsoft Gun, kalau nggak salah saya,” ujarnya.


Lanjut Yudi terkait bisnis yang dijalankan MK, dirinya mengaku tidak mengetahui jika bisnis temannya tersebut merupakan illegal atau bukan.


Dirinya hanya mengetahui jika penjualan yang dilakukan MK memang terbuka untuk umum sehingga siapa saja bisa melakukan pembelian pistol di toko tersebut.


Karenanya disebut jika MK tentu tidak mengetahui pistol yang dibeli konsumennya untuk kebutuhan apa, serta tidak adanya latar belakang dari pembeli menjadi peluang bagi Zakiah untuk menggunakan pistol tersebut untuk melakukan penyerangan.


“Sejauh yang saya tahu dia memang menjual airsoft gun,  tapi untuk pemahaman sejauh yang sudah saya diskusi dan kegiatan yang selama ini juga dia ikuti dia sudah jauh dari kata radikalisme,” pungkas Yudi. [Democrazy/hps]