Panas! Geisz Chalifah Sindir Ferdinand: Gue Mau Buat Ormas Perhimpunan Sempak Merah Otak Dikit Bersatu! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 20 April 2021

Panas! Geisz Chalifah Sindir Ferdinand: Gue Mau Buat Ormas Perhimpunan Sempak Merah Otak Dikit Bersatu!

Panas! Geisz Chalifah Sindir Ferdinand: Gue Mau Buat Ormas Perhimpunan Sempak Merah Otak Dikit Bersatu!

Panas-Geisz-Chalifah-Sindir-Ferdinand-Gue-Mau-Buat-Ormas-Perhimpunan-Sempak-Merah-Otak-Dikit-Bersatu

DEMOCRAZY.ID - Baru-baru ini, Komisaris Ancol, Geisz Chalifah, menyindir Ferdinand Hutahaean di laman media sosial Twitter-nya.

Meskipun tak menyebut nama Ferdinand secara gamblang, tetapi cuitannya menyiratkan demikian. 


Terlebih, mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand, sampai me-retweet cuitan Geisz tersebut dengan keterangan menohok yang seolah memperjelas bahwa ia memang merasa tersendir. 


Seperti diketahui sebelumnya, Ferdinand mencetuskan ide bahwa ia ingin mendirikan Organisasi Anak Nusantara. 


Adapun organisasi tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya nusantara dan melawan Arabisasi yang menurutnya semakin menjadi-jadi di Tanah Air. 


Nah, Selasa pagi tadi, 20 April 2021, tiba-tiba saja Geisz Chalifah mencuitkan sesuatu yang mengatakan bahwa ia juga ingin mendirikan ormas. 


Namun, nama ormas tersebut cukup nyeleneh karena justru membawa-bawa perihal "sempak merah" hingga dituding banyak netizen menyindir Ferdinand. 


“Gue Mau buat Ormas Namanya: PERHIMPUNAN SEMPAK MERAH OTAK DIKIT BERSATU. Ada yang mau daftar jadi anggota?” tulis Geisz Chalifah, dikutip pada Selasa, 20 April 2021, via Twitter. 


Pernyataannya tersebut sontak membuat Ferdinand Hutahaean tersentil hingga ia pun menuliskan balasan seperti berikut:


“Kualitas cuitan turunan imigran komisaris ancol yg digaji uang rakyat. Nies, @aniesbaswedan lu ngga malu punya teman gini?” tutur Ferdinand.


“Duhhhh dosa apa bangsa ini ya? Padahal sangat banyak orang Indonesia Asli yg berbudi pekerti baik dan cerdas utk jd komisaris digaji uang rakyat," pungkas Ferdinand Hutahaean. [Democrazy/trk]