Munarman Setuju Pelaku Penyerangan Disebut Teroris: Karena itu Bukan Islam! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 02 April 2021

Munarman Setuju Pelaku Penyerangan Disebut Teroris: Karena itu Bukan Islam!

Munarman Setuju Pelaku Penyerangan Disebut Teroris: Karena itu Bukan Islam!

Munarman-Setuju-Pelaku-Penyerangan-Disebut-Teroris-Karena-itu-Bukan-Islam

DEMOCRAZY.ID - Mantan Sekretaris Umum FPI Munarman setuju jika aksi penyerangan di Makasaar dan Mabes Polri disebut sebagai teroris.
 
Karena hal tersebut sama sekali bukan bagian dari islam.


Ia menegaskan aksi teroris atau menyebabkan teror bukanlah bagian dari islam.


"Sudah betul disebut terorisme karena memang dia bukan bagian dari Islam," ujar Munarman.


Ia pun kesal dengan citra Islam yang akhirnya buruk gara-gara aksi bom bunuh diri bom gereka Makassar dan aksi teroris perempuan berjilbab Zakiah Ainiserang Mabes Polri.


Munarman merasa netizen malah mencaci maki Islam dan mengaitkan dengan citra teroris. 


Munarman mengatakan Islam sangat dirugikan dengan aksi teror itu.


"Saya kira peristiwa-peristiwa seperti ini, baik itu yang di Makassar beberapa hari lalu, maupun yang sekarang (di Mabes Polri), dari sudut pandang bahwa ini seolah-olah mewakili Islam, saya kira justru dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti ini, umat Islam dirugikan," papar Munarman panjang lebar dalam sebuah video YouTube di kanal Refly Harun, Kamis (1/4/2021) kemarin.


Munarman melihat komentar pedas netizen justru menambah buruk citra Islam itu sendiri. 


Munarman kemudian menyebut bahwa ada indikasi aksi para teroris sengaja dirancang khusus agar seolah-olah merepresentasikan ajaran Islam.


"Kita lihat komentar-komentar netizen, itu banyak yang justru mencaci maki pada akhirnya," lanjutnya.


Menurut Munarman, ajaran Islam itu sendiri tidak pernah membenarkan aksi terorisme.


"Jadi, menurut saya dari segi framing dan labeling, pada akhirnya aksi-aksi yang seperti ini justru merugikan," tuturnya.


"Kembali lagi pertanyaan besarnya, apakah memang si perancang aksi ini memang merancang untuk tujuan menjatuhkan Islam, bukan dalam konteks kepentingan Islam." [Democrazy/sra]