Mudik Dilarang, Pengamat Soroti Ketegasan Pemerintah: Ini Mah Seperti Permainan Kata-Kata Saja! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 30 April 2021

Mudik Dilarang, Pengamat Soroti Ketegasan Pemerintah: Ini Mah Seperti Permainan Kata-Kata Saja!

Mudik Dilarang, Pengamat Soroti Ketegasan Pemerintah: Ini Mah Seperti Permainan Kata-Kata Saja!

Mudik-Dilarang-Pengamat-Soroti-Ketegasan-Pemerintah-Ini-Mah-Seperti-Permainan-Kata-Kata-Saja

DEMOCRAZY.ID - Pengamat Transportasi Sony Sulaksono Wibowo menyoroti kurangnya ketegasan pemerintah dalam hal ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 baik di tingkat pusat maupun daerah.

Ia menyebut ketidaktegasan tersebut terlihat dari beberapa pernyataan kepala daerah yang tidak sejalan dengan aturan yang dikeluarkan guna mencegah penyebaran Covid-19.


“Akar permasalahannya tidak ada koordinasi antara satgas nasional dengan satgas daerah, itu vertikalnya. Horizontalnya, satgas daerah tidak ada kooridinasi dengan sektor lain. Padahal ketua satgas itu kan Sekda, artinya ketua satgas itu pejabat yang berwenang,” kata dia saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jumat 30 April 2021.


Menurutnya, beberapa daerah masih ada yang mengizinkan mudik dan memberikan dispensasi bagi kelompok tertentu untuk berkegiatan khususnya mudik.


“Tidak hanya di Jawa Barat, di Jawa Timur itu isu santri itu Gubernur Jatim mempersilahkan mudik buat santri, terus di Yogyakarta, Sri Sultan bilang ‘orang mudik kok dilarang’ itu kan sebenarnya tidak ada koordinasi yang benar,” tambahnya.


Dengan demikian, masyarakat dan bahkan petugas di lapangan kebingungan. 


“Ini membuat bingung masyarakat dan kedua petugas di lapangan yang akan kasihan, dia akan terus berdebat saat mencegat kendaraan,” tuturnya.


Untuk itu, menurutnya yang menjadi perhatian harusnya adalah penerapan protokol kesehatan 5M tanpa pengecualian.


“Ini harus ada ketegasan, baik dari satgas Jawa Barat atau daerah. Punten, aja ini mah kita kayanya masih memainkan kata-kata, mudik, pulang kampung, wisata, tapi faktanya kita bukan bermain kata-kata tapi melawan virus, bukan permainan kata-kata,” tutupnya. [Democrazy/prf]