Moeldoko Sampaikan Ucapan Duka Bencana NTT-NTB atas Nama "Ketum Demokrat" | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 06 April 2021

Moeldoko Sampaikan Ucapan Duka Bencana NTT-NTB atas Nama "Ketum Demokrat"

Moeldoko Sampaikan Ucapan Duka Bencana NTT-NTB atas Nama "Ketum Demokrat"

Moeldoko-Sampaikan-Ucapan-Duka-Bencana-NTT-NTB-atas-Nama-Ketum-Demokrat

DEMOCRAZY.ID - Moeldoko mengucapkan dukacita atas bencana alam yang terjadi di NTT hingga NTB beberapa hari terakhir ini. 

Dalam ucapan dukacitanya, Moeldoko mengatasnamakan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.


"Saya, Dr. Moeldoko, Ketua Umum DPP Partai Demokrat beserta keluarga besar Partai Demokrat di seluruh Tanah Air menyampaikan dukacita mendalam kepada saudara-saudara kami di NTT dan NTB yang ditimpa musibah bencana alam," kata Moeldoko seperti tertulis dalam rilis yang diberikan oleh jubir kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, Selasa (6/4/2021).


Moeldoko mengajak semua pihak bahu-membahu membantu meringankan beban semua pihak yang tertimpa bencana di NTT hingga NTB. 


Dia juga mengapresiasi langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dalam penanganan bencana tersebut.


"Kami mengapresiasi langkah-langkah strategis yg sudah diambil pemerintah dan mendorong agar tempat penampungan sementara sudah dapat difungsikan maksimal dalam waktu secepatnya," ucapnya.


Dia pun memastikan pihaknya akan siap bahu-membahu bersama pemerintah untuk membantu korban bencana alam di NTT dan NTB.


"Partai Demokrat siap bahu-membahu bersama pemerintah dalam membantu korban bencana alam di NTT dan NTB," ujarnya.


Sebagaimana diketahui, siklon tropis Seroja yang menerjang NTT telah menimbulkan bencana banjir bandang hingga tanah longsor. 


Berdasarkan data BNPB, sebanyak 8.424 warga mengungsi akibat bencana ini.


Total korban meninggal dunia ada 128 orang, terdiri dari 67 orang dari Kabupaten Lembata, 49 orang di Flores Timur, dan 12 orang di Alor. 


Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian 28 orang di Kabupaten Alor, 23 orang di Flores Timur, dan 21 orang di Lembata. [Democrazy/dtk]