Menkeu Dorong Ekonomi Islam, Rocky Gerung: Seolah Mau Rangkul Muslim, Kenyataannya Malah Dipinggirkan! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 08 April 2021

Menkeu Dorong Ekonomi Islam, Rocky Gerung: Seolah Mau Rangkul Muslim, Kenyataannya Malah Dipinggirkan!

Menkeu Dorong Ekonomi Islam, Rocky Gerung: Seolah Mau Rangkul Muslim, Kenyataannya Malah Dipinggirkan!

Menkeu-Dorong-Ekonomi-Islam-Rocky-Gerung-Seolah-Mau-Rangkul-Muslim-Kenyataannya-Malah-Dipinggirkan

DEMOCRAZY.ID - Rocky Gerung menilai bahwa Pemerintahan Joko Widodo bersikap seolah-olah mau berbuat baik dan merangkul masyarakat muslim dengan mendorong potensi ekonomi Islam, namun sebenarnya dipinggirkan dalam politik.

Rocky menilai hal tersebut dari wacana kebijakan ekonomi pemerintah akhir-akhir ini yang kemudian ia kaitkan dengan diskriminasi kepada pemuka agama.


Dua hal yang terutama ia soroti yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menekankan pentingnya ekonomi Islam dan Menteri Agama Yaqut Cholil yang mewacanakan soal Perpres tentang Kewajiban ASN menunaikan zakat penghasilan dan jasa.


Rocky menilai ada kontradiksi dari kegetolan Sri Mulyani mendorong ekonomi syariah sementara Omnibus Law yang berlaku sama sekali tidak sejalan dengan prinsip ekonomi Islam.


“Itu kan artinya dia mau rangkul sebuah potensi ekonomi agar supaya kedunguan pemerintah dalam kebijakan bisa diselesaikan oleh mereka yang hendak dipinggirkan secara politik,” ujar Rocky dalam video yang diunggah di YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis, 8 April 2021.


Rocky juga sempat menyinggung bahwa tokoh-tokoh agama yang dapat dijadikan influencer ekonomi Islam justru didiskriminasi, misalnya Rizieq Shihab.


“Rakyat pasti menganggap ‘memang bagus juga sih kalau Sri Mulyani akhirnya mulai memikirkan jenis keadilan lain yang berbasis pada pengalaman sejarah ekonomi Islam. Bagus juga.’ Tapi kemudian rakyat curiga, jangan-jangan setelah zakatnya dikumpulin, itu kemudian diserahkan untuk membiayai si serigala yang lumpuh tadi,” ujar Rocky.


“Lain kalau pada saat yang sama, ada pembebasan politik ustaz-ustaz pemuka agama yang dikriminalisasi, Habib Rizieq sebagai simbol. Seluruh fasilitas bernegara itu kemudian diungkapkan ulang dalam upaya merawat kebersamaan,” tambahnya.


Lebih lanjut, Rocky Gerung juga mengatakan bahwa kebijakan soal zakat yang diwacanakan Menag itu tidak sejakan dengan upaya Sri Mulyani untuk keluar dari middle economic trap atau jebakan ekonomi menengah.


Sebab, menurut Rocky, jebakan ekonomi menengah itu bersumber dari birokrasi yang tidak efisien.


“Nah, isi dari birokasi adalah ASN. Jadi mustinya perbaiki birokrasinya, bukan minta bayar zakat. Ini agak menjengkelkan sebetulnya kedunguan-kedunguan pemerintah yang ucapkan seolah-olah mau berbuat baik kepada masyarakat muslim dengan potensi ekonomi Islam,” tandas Rocky.


Mendekati akhir wawancara, Rocky bahkan menilai bahwa upaya Sri Mulyani terkait ekonomi Syariah merupakan upaya meminta bantuan dari masyarakat muslim yang selama ini dianggap pengganggu oleh pemerintah.


“Kan Sri Mulyani mau bilang sebetulnya nggak ada dukungan lagi, kita tahu. Karena itu kita mau minta dukungan dari masyarakat muslim yang dianggap sebagai perusuh, yang dianggap sebagai pengganggu pemerintah,” kata Rocky. [Democrazy/trk]