Marak Penistaan Agama di Era Jokowi, ICMI: Mirip Ketika PKI Berkuasa! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 20 April 2021

Marak Penistaan Agama di Era Jokowi, ICMI: Mirip Ketika PKI Berkuasa!

Marak Penistaan Agama di Era Jokowi, ICMI: Mirip Ketika PKI Berkuasa!

Marak-Penistaan-Agama-di-Era-Jokowi-ICMI-Mirip-Ketika-PKI-Berkuasa

DEMOCRAZY.ID - Anton Tabah, salah seorang anggota Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menilai bahwa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, kasus penistaan agama meningkat.

Terlebih usai viralnya seorang Youtuber bernama Jozeph Paul Zhang yang diduga melecehkan agama Islam


Anton menilai bahwa kondisi hari ini tampak seperti ketika PKI berkuasa di tahun 60-an.


"Di era rezim Jokowi ini kasus penistaan agama marak seperti ada pembiaran. Kadang aparat mengabaikannya, kondisinya mirip tahun 60-an ketika PKI berkuasa," kata Anton, Minggu, 20 April 2021.


Menurut Anton, pemerintah Indonesiabtelah mengatur bagaimana menindak pelaku penistaan agama. 


Penistaan agama dianggap Anton merupakan kejahatan yang cukup serius.


Mengingat, kata Anton, hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan konflik sosial.


"Kasus penistaan agama masuk crime indeks serius karena derajat keresahan sosialnya sangat tinggi," tandas Anton.


Lebih lanjut, Anton membahas perihal kerjasama yang dilakukan Indonesia bersama negara Cina.


Ia menilai, dibalik kerjasama tersebut, bangsa Indonesia justru merugi alias buntung.


Oleh karena itu, Anton Bingin mengapa Indonesia masih ingin bekerjasama dengan Cina meski tidak diuntungkan.


"Tiap NKRI buka kerja sama mesra dan luas dengan negara komunis (China) pasti RI yang rugi," ujar Anton.


Oleh karenanya, Anton menyarankan agar Indonesia tak usah bekerja sama dengan negara Cina lagi.


"Belajar dari pengalaman tersebut maka RI dilarang buka kerjasama dengan negara-negara komunis termasuk RRT cukup jalin hubungan diplomatik saja," saran dia. [Democrazy/trk]