Kritik Pembubaran Jaran Kepang di Medan, PBNU: Itu Tindakan Tidak Baik! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 09 April 2021

Kritik Pembubaran Jaran Kepang di Medan, PBNU: Itu Tindakan Tidak Baik!

Kritik Pembubaran Jaran Kepang di Medan, PBNU: Itu Tindakan Tidak Baik!

Kritik-Pembubaran-Jaran-Kepang-di-Medan-PBNU-Itu-Tindakan-Tidak-Baik

DEMOCRAZY.ID - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Suhud mengkritik oknum yang mengatasnamakan ormas Forum Umat Islam (FUI) Medan yang melakukan pembubaran paksa pertunjukan Jaran Kepang.

Ia menegaskan membubarkan pertunjukan Jaran Kepang secara paksa dan intimidatif bukan merupakan cara dakwah yang baik.


"Menurut saya siapa aja lah itu. Itu perilaku enggak baik. Cara itu perilaku dakwah yang tidak baik. Ngakunya dakwah, tapi enggak baik," kata Marsudi, Jumat (9/4).


Marsudi menilai dakwah yang dilakukan oleh umat Islam sudah sepatutnya menggunakan cara-cara yang baik dan humanis.


Terlepas pro-kontra syirik terkait Jaran Kepang, ia menegaskan cara-cara intimidatif membubarkan pertunjukan tersebut dikhawatirkan melahirkan kebencian terhadap seseorang.


"Itu dakwah tidak berprinsip pada mauizatul hasanah karena sampai meludahi. Mau dianggap syirik atau mau dianggap enggak sesuai, kalau mau dakwah, dakwah dengan cara-cara yang baik," kata dia.


Lebih lanjut, Marsudi lantas mencontohkan dakwah yang kerap dilakukan oleh para Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara. 


Para Wali Songo, kata dia, kala itu menyebarkan Islam dengan cara-cara yang baik dan humanis di tengah masyarakat Nusantara.


"Para Wali Songo saja hadapi apa saja dengan cara yang baik," kata dia.


Sebelumnya sempat beredar, video viral sekelompok anggota yang mengatasnamakan Laskar Khusus Forum Umat Islam (FUI) Medan membubarkan pertunjukan Jaran Kepang di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumut.


Video itu menunjukkan anggota FUI Medan terlibat baku hantam hingga meludahi warga. 


Mereka menilai pertunjukan Jaran Kepang bernuansa syirik. Pengunggah video di media sosial menuliskan peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/4). [Democrazy/cnn]