Klaim Pernah Datangi Bareskrim Sambil Bawa Koper Pakaian, Yahya Waloni ke Polisi: Kapan Saya Dipenjara? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 05 April 2021

Klaim Pernah Datangi Bareskrim Sambil Bawa Koper Pakaian, Yahya Waloni ke Polisi: Kapan Saya Dipenjara?

Klaim Pernah Datangi Bareskrim Sambil Bawa Koper Pakaian, Yahya Waloni ke Polisi: Kapan Saya Dipenjara?

Klaim-Pernah-Datangi-Bareskrim-Sambil-Bawa-Koper-Pakaian-Yahya-Waloni-ke-Polisi-Kapan-Saya-Dipenjara

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah Yahya Waloni mengatakan bahwa ia tidak takut meski sudah belasan kali dilaporkan ke Polisi. 

Bahkan, ia mengaku pernah mendatangi Bareskrim dan bertanya kapan dia akan dipenjara.


Pernyataan Yahya Waloni itu dapat dilihat dalam video berjudul 'Fix, Inilah yang Bikin Ali Mahrus Masuk Neraka' yang diunggah oleh kanal YouTube Termometer Islam pada Minggu, 4 April 2021.


Awalnya, Yahya Waloni membahas bahwa dulunya ia adalah pendukung Jokowi. 


Namun kini tidak lagi karena Jokowi telah dipengaruhi uang dan juga disetir orang di sekitarnya.


“Pak Jokowi ini kan kita pilih dulu, termasuk saya yang simpati kepada beliau karena sederhananya, kepolosannya. Artinya belum tahu rupiah. Nah sekarang sudah tahu rupiah, sudah nggak bisa lagi,” ujarnya lalu tertawa.


“Iya kan? Di samping kiri-kanannya, muka-belakang, atas-bawah, mulai nge-atur, setir. Udah, yang begini-gini kan sudah kelihatan," tambahnya.


Ia lalu menyinggung bahwa politikus seperti Fahri Hamzah yang dulu aktif mengkritik Jokowi kini sudah terlihat ciut.


“Yang tadinya politikus seperti Fahri Hamzah volal, ah ini sudah mau turun, takut-takut. ‘Jangan nanti Jokowi dendam, saya dulu ini dipenjara saya. Bela Jokowi ah.’ Jadi mental-mental kerupuk begini nih," katanya.


Yahya Waloni lalu membandingkan dengan dirinya yang tidak kenal takut.


Ia mengaku sudah pernah dilaporkan ke polisi sebanyak 13 kali. 


Bahkan, ia mengatakan pernah mendatangi Bareskrim dan bertanya kapan ia akan dipenjara.


“Saya sudah 13 kali dilapor polisi," ujarnya terkekeh.


“Bahkan saya bawa baju ke Bareskrim. ‘kapan Pak, saya dipenjara?” kanjutnya.


Ia mengklaim tidak takut dipenjara dan bahkan berani mati demi membela agama Islam.


“Jangankan mau masuk penjara, mau mati untuk agama ini, tidak peduli saya. Allahu Akbar!” serunya.


Yahya Waloni berpandangan bahwa komitmen membela agama memang harus sepenuhnya.


“Musti begitu, jangan setengah-setengah," tandasnya. [Democrazy/trk]