Kerap Kecolongan Aksi Teror, Din Syamsudin Pertanyakan Keberadaan & Kapasitas BIN | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 01 April 2021

Kerap Kecolongan Aksi Teror, Din Syamsudin Pertanyakan Keberadaan & Kapasitas BIN

Kerap Kecolongan Aksi Teror, Din Syamsudin Pertanyakan Keberadaan & Kapasitas BIN

Kerap-Kecolongan-Aksi-Teror-Din-Syamsudin-Pertanyakan-Keberadaan-dan-Kapasitas-BIN

DEMOCRAZY.ID - Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Din Syamsuddin, buka suara terkait aksi teror yang terjadi baru-baru ini di sejumlah daerah di Indonesia.

Din menuturkan, setiap aksi teror berupa pengeboman harus mendapat kecaman karena bertentangan dengan nilai-nilai agama.


"Setiap aksi teror berupa pengeboman harus dikecam keras karena tindakan tersebut bertentangan dengan nilai agama mana pun," ujar Din, Kamis (1/4/2021).


Baru baru ini ledakan bom terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, tepatnya pada Minggu (28/3/2021). 


Tak berselang lama, seorang perempuan terduga teroris menyerang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) petang.


Din meminta umat beragama untuk tetap bersatu dan meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya adu domba lantaran terjadi pengeboman di dekat rumah ibadah.


"Kepada umat beragama agar tetap memelihara kerukunan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya adu domba dengan sering terjadinya aksi pengeboman di dekat rumah ibadat," ucap dia.


Karena itu Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mendesak Polri untuk mengusut tuntas setiap peristiwa teror bom dan mengumumkan ke publik.


"Mendesak Polri untuk mengusut secara tuntas setiap peristiwa pengeboman dan mengumumkan hasilnya ke publik," tutur Din.


Seharusnya kata Din, ada upaya pencegahan dini yang dilakukan oleh BIN. Pencegahan bisa dilakukan jika sudah ada informasi dan indikasi adanya aksi teror.


"Kalau Badan Intelijen diberitakan mengatakan bahwa sebenarnya kelompok pelakunya sudah diketahui sebelumnya, maka seyogyanya dapat dilakukan upaya pencegahan," ucapnya


Lebih lanjut mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu juga berharap pemerintah dan tokoh agama harus lebih bekerja keras untuk menghilangkan setiap celah yang dapat dijadikan alasan oleh kelompok teroris untuk melakukan aksi terornya. [Democrazy/sra]