Indonesia Diterpa Banyak Teror, Mantan Kabais: Ini Salah BNPT, Bukan Intelijen! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 04 April 2021

Indonesia Diterpa Banyak Teror, Mantan Kabais: Ini Salah BNPT, Bukan Intelijen!

Indonesia Diterpa Banyak Teror, Mantan Kabais: Ini Salah BNPT, Bukan Intelijen!

Indonesia-Diterpa-Banyak-Teror-Mantan-Kabais-Ini-Salah-BNPT-Bukan-Intelijen

DEMOCRAZY.ID - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Soleman Ponto menyatakan bahwa lembaga yang paling bertanggung jawab atas serangan teroris beberapa hari ini adalah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT, bukan intelijen.

Soleman menyebut, BNPT dilahirkan memang untuk pencegahan dan penanggulangan terorisme. Sehingga ia tidak sepakat jika intelijen disebut kebobolan.


"Lain masalahnya kalau tidak ada BNPT, baru boleh tanya siapa intelijen yang bertanggung jawab, mari kita tanya BNPT apa yang telah mereka perbuat sehingga teroris ini masih gentayangan, jadi bukan intelijen yang kebobolan, karena sejak lahir BNPT semua tanggung jawab ada di BNPT," kata Soleman dalam diskusi crosscheck, Minggu (4/4/2021).


Menurutnya, kerja intelijen hanya mencari informasi terkait pergerakan jaringan terorisme, sementara untuk penindakannya diserahkan ke BNPT.


"Namanya menyumbang (informasi) boleh saja, tinggal diterima atau tidak sumbangan itu, ya bisa saja, sumbangan itu diterima atau tidak, ya tidak tahu," ujar dia.


Dia mencontohnya, waktu bom di Sarinah pada 2016 lalu, intelejen sudah memberikan informasi ke BNPT, namun gagal ditangkap dengan baik oleh BNPT.


"Waktu bom Sarinah saya sudah ingatkan lihat dulu BNPT ini kerjanya apa, itu kegagalan BNPT, dan sekarang terulang lagi," tutup Soleman.


Diketahui, aksi teror bom pengantin sempat mencoreng ibadat Minggu Palma di Gereja Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus, Makassar pada Minggu (28/3/2021) kemarin.


Serangan bom bunuh diri itu dilakukan oleh sepasang suami istri; Muh Lukman Alfariz dan Dewi dengan menggunakan sepeda motor yang berupaya masuk ke kompleks gereja namun tertahan oleh petugas keamanan gereja sehingga bom meledak di depan gereja.


Selang beberapa hari, Markas Besar Polri di Jakarta diserang teroris Zakiah Aini (25) yang melakukan aksi lone wolf menyerang seorang diri hingga ditembak mati di tempat. [Democrazy/sra]