Geram Kerap Dikaitkan dengan Aksi Terorisme, Pihak Habib Rizieq: Jangankan Bom, Senjata Tajam Saja Kini Sudah Dilarang! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 07 April 2021

Geram Kerap Dikaitkan dengan Aksi Terorisme, Pihak Habib Rizieq: Jangankan Bom, Senjata Tajam Saja Kini Sudah Dilarang!

Geram Kerap Dikaitkan dengan Aksi Terorisme, Pihak Habib Rizieq: Jangankan Bom, Senjata Tajam Saja Kini Sudah Dilarang!

Geram-Kerap-Dikaitkan-dengan-Aksi-Terorisme-Pihak-Habib-Rizieq-Jangankan-Bom-Senjata-Tajam-Saja-Kini-Sudah-Dilarang

DEMOCRAZY.ID - Pihak Rizieq Shihab geram lantaran Front Pembela Islam (FPI) dan mantan pentolannya dikait-kaitkan dengan aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air belakangan ini. 

Adapun hal itu dikemukakan oleh salah satu pengacara Rizieq Shihab, Novel Bamukmin, terkait pengakuan empat terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 yang mengaku bahwa mereka adalah simpatisan FPI.


Ia lantas menjelaskan bahwasanya ini adalah cara yang dipakai oleh pihak tak bertanggung jawab yang disebutnya "komunis" untuk mengadu domba umat Islam di Indonesia.


"Ini saya melihat adalah cara-cara komunis mengadu domba umat Islam," ujar Novel, melansir video di kanal YouTube tvOneNews pada Rabu, 7 April 2021.


Novel juga memaparkan bahwa kelompoknya, yakni para anggota eks FPI dan para pengikut Rizieq Shihab tidak mungkin melakukan hal semacam itu, yakni membom dan menodongkan senjata.


"Gak ada cara-cara kita untuk bisa melakukan hal-hal seperti itu. Itu tindakan-tindakan pengecut yang gak mungkin dilakukan oleh kita," tuturnya.


Jikalau memang ada instruksi perang, ungkap Novel Bamukmin, maka kelompoknya tidak akan melakukannya dengan cara-cara pengecut semacam itu.


"Kita kalau mau memang ada instruksi perang, ya kita hadapi, harus hadap-hadapan. Gak mungkin melakukan cara-cara pengecut. Apalagi tempat-tempat yang memang bersinggungan dengan ibadah," sambungnya. 


Novel Bamukmin mengaku bahwa di FPI, tindakan-tindakan teror semacam itu tidaklah dibenarkan. 


"Ini cara-cara komunis. Bukan cara-cara yang dibenarkan di FPI. Jangankan main bom, main senjata tajam saja sudah dilarang. Sudah dikeluarkan kalau FPI bawa senjata tajam dan senjata api," papar Novel lagi. 


"Apalagi bom itu sangat dilarang dan bukan anggota FPI, bukan juga pengikut daripada Habib Rizieq," sambung Novel Bamukmin.


Ia mengutuk keras oknum-oknum yang mengatasnamakan dan mengaitian FPI dengan aksi terorisme.


Menurut Novel, kemunculan oknum-oknum tersebut jelas bertujuan untuk menenggelamkan kasus pembantaian enam laskar FPI.


Selain itu, kejadian ini juga menurutnya bertujuan untuk menjelekkan nama-nama mantan anggota ormas FPI.


"Ini kita melihat ada pengalihan-pengalihan dan pembusukan-pembusukan yang dicoba untuk membunuh karakter daripada orang-orang yang berjuang di FPI dahulu," tuding Novel. 


"Walaupun sudah dibubarkan, akan tetapi itu diarahkan sepertinya kepada orang-orang yang pernah terlibat dan orang-orang mantan FPI itu sendiri," pungkasnya. [Democrazy/trk]