Dituding Jadi Pendukung HTI-ISIS, Petinggi BUMN Terpaksa Pilih Mundur: Saya Tak Ingin Keributan Ini Berlanjut | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 26 April 2021

Dituding Jadi Pendukung HTI-ISIS, Petinggi BUMN Terpaksa Pilih Mundur: Saya Tak Ingin Keributan Ini Berlanjut

Dituding Jadi Pendukung HTI-ISIS, Petinggi BUMN Terpaksa Pilih Mundur: Saya Tak Ingin Keributan Ini Berlanjut

Dituding-Jadi-Pendukung-HTI-ISIS-Petinggi-BUMN-Terpaksa-Pilih-Mundur-Saya-Tak-Ingin-Keributan-Ini-Berlanjut

DEMOCRAZY.ID - Salah satu petinggi BUMN PT PAL (Persero), Kuntjoro Pinardi menyatakan mundur dari jabatannya usai ramai dituding publik sebagai pendukung ormas terlarang HTI dan kelompok teroris ISIS.

Kuntjoro mengundurkan diri dari posisi petinggi di PT PAL lantaran tak ingin keributan publik terkait dirinya yang dituding sebagai pengikut HTI dan ISIS berlanjut.


Menurutnya, keributan yang timbul akibat kecurigaan publik terhadap dirinya itu bisa mengganggu keberlangsungan usaha PT PAL ke depannya.


"Saya tidak ingin keributan ini berlanjut, sehingga mengganggu keberlangsungan usaha PT PAL ke depannya. Oleh karena itu, dengan ini saya nyatakan pengunduran diri saya sebagai Direktur Pemeliharaan Dan Perbaikan PT PAL," kata Kuntjoro, Senin 26 April 2021 seperti dikutip dari Suara.com.


Ia pun berharap setelah pengunduran dirinya ini, segala sesuatu dapat berjalan baik. 


Selain itu, Kuntjoro juga berharap berbagai program pembangunan yang direncanakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat berjalan baik.


Diketahui, publik sebelumnya banyak yang mencurigai Kuntjoro Pinardi adalah pendukung HTI dan ISIS.


Publik menyatakan tidak setuju dengan penunjukkan Kuntjoro sebagai salah satu direksi PT PAL lantaran ia merupakan kader PKS.


Terkait hal itu, Kuntjoro mengakui dirinya pernah menjadi calon anggota legislatif dari PKS dalam Pemilu 2014.


Kala itu, kata Kuntjoro, ia berlaga di daerah pemilihan Jawa Tengah. 


Tapi, Kuntjoro mengakui dirinya gagal terpilih. Ia lantas mundur dari PKS dan kembali ke dunia akademis serta bisnis.


"Tapi, bagi saya pribadi, tudingan bahwa saya pendukung ISIS dan HTI sama sekali tidak bisa saya terima," ujarnya. [Democrazy/trk]