Bongkar Dugaan Plagiat Rektor, Sejumlah Mahasiswa UIN Sumut Mengaku Diancam DO | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 21 April 2021

Bongkar Dugaan Plagiat Rektor, Sejumlah Mahasiswa UIN Sumut Mengaku Diancam DO

Bongkar Dugaan Plagiat Rektor, Sejumlah Mahasiswa UIN Sumut Mengaku Diancam DO

Bongkar-Dugaan-Plagiat-Rektor-Mahasiswa-UIN-Sumut-Mengaku-Diancam-DO

DEMOCRAZY.ID - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (Sumut) membuat aduan ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumut. 

Mereka mengaku diintimidasi setelah melakukan aksi demo terkait dugaan plagiat karya ilmiah Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap.


"Rektor UIN Sumut kami duga telah melakukan mal administrasi dalam menangani aksi unjuk rasa mahasiswa di luar dan di dalam kampus. Indikasinya, pihak rektorat melakukan kebijakan di luar yang diatur dalam statuta UIN Sumut dengan mengirim utusan ke rumah orang tua mahasiswa untuk meredam dan mengekang kebebasan mahasiswa menyampaikan pendapat di muka umum," kata salah satu mahasiswa, Irham Sadani Rambe kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).


Irham menceritakan dugaan intimidasi ini berawal dari aksi mogok makan yang mereka lakukan menuntut rektor UIN Sumut diperiksa terkait dugaan plagiat. 


Irham mengatakan mereka melakukan demo itu selama tiga hari di Medan.


"Mulai dari tanggal 29 Maret sampai 2 April di depan hotel JW Marriot, Medan, saat berlangsungnya pertemuan Rektor PTKN se- Indonesia dan di Kampus UIN Sumut. Bertujuan untuk menyuarakan tuntutan agar Menteri Agama RI membentuk tim independen melakukan investigasi dan memeriksa kasus dugaan plagiasi Rektor Prof Syahrin Harahap," ucapnya.


Usai demo itu, Irham mengaku orang tuanya didatangi pihak kampus UIN Sumut untuk meminta agar dirinya berhenti melakukan demo. 


Pihak kampus disebut mengancam akan memecat dirinya jika tidak berhenti melakukan demo.


"Pada hari Sabtu, 3 April 2021, sekitar Pukul 22.30 WIB malam, pihak UINSU mengirim lima orang utusan yakni para Wakil Dekan III mendatangi rumah Bapak Irwansyah Rambe, orang tua dari kordinator aksi Irham Sadani Rambe di Jalan Padang Bulan, Gang Rahmad, Rantauprapat. Para Wakil Dekan menegur dan meminta pak Irwansyah agar menasehati dan membujuk Irham Sadani Rambe agar tidak lagi melakukan aksi-aksi unjuk rasa di UINSU. Sebab jika masih terus melakukan aksi, maka kuliah Irham Sadani akan terkendala dan bisa dipecat dari UINSU," ucapnya.


Bukan hanya rumahnya yang didatangi, Irham mengatakan mahasiswa lain yang ikut demo juga didatangi rumahnya oleh pihak kampus UIN Sumut. 


Dia mengatakan perwakilan kampus UIN Sumut datang untuk meminta orang tua agar mengingatkan anaknya tidak lagi melakukan demo.


"Untuk mengingatkan orang tua mahasiswa agar menasehati anaknya agar tak lagi melakukan aksi unjuk rasa di UIN Sumut, meski dilakukan dengan cara berbeda yakni dengan memberi sembako," jelasnya.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengatakan akan mempelajari aduan dari mahasiswa ini. 


Abyadi mengatakan pihaknya akan mengkaji apakah UIN Sumut melakukan mal administrasi dalam menangani aksi mahasiswa.


"Kita akan pelajari dulu, karena fokus pengawasan Ombudsman adalah bidang pelayanan publik, kita akan lihat apakah UIN Sumut telah melakukan mal administrasi atau tidak dalam penanganan aksi mahasiswa, termasuk kebijakan mengirim tim menemui orang tua mahasiswa," ucap Abyadi.


Sementara itu, Rektor UIN Sumut dan pihak humas yang dihubungi belum memberikan jawaban saat ditanyai mengenai aduan tersebut. [Democrazy/dtk]