Bagaimana Cara Melacak Jejak Zakiah Aini Seorang Milenial Berpaham Radikal? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 01 April 2021

Bagaimana Cara Melacak Jejak Zakiah Aini Seorang Milenial Berpaham Radikal?

Bagaimana Cara Melacak Jejak Zakiah Aini Seorang Milenial Berpaham Radikal?

Bagaimana-Cara-Melacak-Jejak-Zakiah-Aini-Seorang-Milenial-Berpaham-Radikal

DEMOCRAZY.ID - Zakiah Aini, wanita pelaku teror di Mabes Polri terbilang masih muda saat ia melancarkan aksi nekatnya menodongkan pistol dan menembaki polisi di markas biasa. 

Akibat aksinya Zakiah harus meregang nyawa di usia 25 tahun.


Aksi teror yang dilakukan Zakiah itu dikategorikan lone wolf lantaran disebut beraksi seorang diri. 


Kendati begitu, menjadi pertanyaan bagaimana bisa Zakiah yang dari kalangan milenial terpapar paham radikal hingga nekat menyerang Mabes Polri?


Pengamat terorisme Universitas Indonesia Ridwan Habib mengatakan untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut maka hal yang perlu dilakukan ialah menganalisis handphone milik Zakiah.


Dari handphone, menurut Ridwan nantinya dapat terlihat dengan siapa saja Zakiah berkomunikasi.


Termasuk, dari mana ia mendapat paham radikal. Apakah memang Zakiah memiliki jaringan atau guru yang memberikan ia pemahaman. 


Mengingat Zakiah juga pernah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi, kendati ia berstatus drop out.


"Pertama memang harus diselidiki dulu secara forensik handphone-nya. Karena handphone itu bukti, di situ pasti banyak. Pertama pasti ada jaringan temannya yang ditelepon siapa, yang sehari-hari bertemu siapa, gurunya siapa, dia mengakses ideologi ISIS-nya itu dari mana," kata Ridwan di Kompleks Parlemen DPR, Kamis (1/4/2021).


Selain mempelajari paham radikal lewat jaringan yang dimiliki, Ridwan mengatakan ada kemungkinan bahwa Zakiah mempelajari paham radikal berkaitan ISIS secara mandiri melalui media sosial.


"Ada juga memang yang self learning, baiat sendiri ada. Nah apakah Zakiah masuk yang itu, itu kan harus didalami," kata Ridwan.


Menurut Ridwan apabila fakta mendapati Zakiah belajar secara mandiri lewat media sosial, hal itu pertanda adanya masalah dalam pengelolaan media sosial. 


Karena itu, ia memandang perlu adanya evaluasi.


"Kalau Zakiah masuk yang itu, problem serius di pengelolaan media sosial kita. BSSN harus dievaluasi, Badan Siber dan Sandi Negara. Kenapa masih bisa situs-situs itu lolos dan kemudian diikuti oleh adik-adik kita," kata Ridwan. [Democrazy/sra]