Astaga! Langgar Aturan Covid untuk Beli Air, Pria Ini Tewas Usai Dihukum Squat Jump 300 Kali | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 06 April 2021

Astaga! Langgar Aturan Covid untuk Beli Air, Pria Ini Tewas Usai Dihukum Squat Jump 300 Kali

Astaga! Langgar Aturan Covid untuk Beli Air, Pria Ini Tewas Usai Dihukum Squat Jump 300 Kali

Astaga-Langgar-Aturan-Covid-untuk-Beli-Air-Pria-Ini-Tewas-Usai-Dihukum-Squat-Jump-300-Kali

DEMOCRAZY.ID - Pria Filipina berusia 28 tahun tewas setelah dipaksa oleh aparat keamanan desa tempat dia tinggal untuk melakukan gerakan squat jump 300 kali. 

Itu merupakan hukuman karena pria bernama Darren Manaog Penaredondo itu kedapatan melanggar aturan jam malam selama lockdown (karantina wilayah) saat pandemi Covid. 


Keluarganya mengatakan, Darren membeli air minum ke warung di dekat rumahnya di sebuah desa di General Trias, Provinsi Cavite, pada Kamis (1/4/2021) setelah lewat pukul 18.00. 


Provinsi itu berada di bawah status lockdown yang diperketat, di mana orang-orang tidak boleh keluar rumah mulai pukul 18.00 sampai pukul 05.00.


Sahabat Darren, Reichelyn Balce, mengatakan bahwa temannya itu beserta pria lainnya yang juga diduga melanggar aturan jam malam dibawa ke Plaza Malabon di depan balai kota. 


Kemudian, mereka disuruh melakukan gerakan squat 100 kali. 


“Aparat mengancam Darren dan pria lainnya yang dikenai sanksi untuk mengulangi gerakan, jika mereka melakukannya tidak serempak. Akhirnya mereka disuruh untuk terus melakukan gerakan squat hingga 300 kali,” ujar Reichelyn, dikutip The Guardian, Selasa (6/4/2021).


Darren akhirnya tiba di rumahnya sekitar pukul 08.00 keesokan harinya, dan dia hampir tidak bisa bergerak tanpa bantuan karena dia sangat kelelahan. 


Darren memberi tahu Reichelyn bahwa dia sempat jatuh beberapa kali saat menjalani hukuman tersebut. 


“Sepanjang hari itu, dia (Darren) berjuang untuk berjalan, dia hanya bisa merangkak,” kata Reichelyn. 


Dua hari setelah itu, Sabtu (3/4/2021), pria itu mulai mengalami kejang dan jantungnya berhenti. 


Dia sempat membaik beberapa saat namun akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 22.00. 


Kepala kepolisian kota, Marlo Nillo Solero, mengatakan bahwa tidak ada hukuman seperti itu bagi orang-orang yang melanggar aturan jam malam Covid. 


Sebagai sanksi, apparat kemanan hanya dibenarkan memberikan arahan dan bimbingan. 


Dia memastikan penyelidikan akan dilakukan. [Democrazy/inw]