Ade Armando Ngotot Bilang Ajaran Islam Berperan dalam Rangkaian Aksi Teror Akhir-Akhir Ini | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 01 April 2021

Ade Armando Ngotot Bilang Ajaran Islam Berperan dalam Rangkaian Aksi Teror Akhir-Akhir Ini

Ade Armando Ngotot Bilang Ajaran Islam Berperan dalam Rangkaian Aksi Teror Akhir-Akhir Ini

Ade-Armando-Ngotot-Bilang-Ajaran-Islam-Berperan-dalam-Rangkaian-Aksi-Teror-Akhir-Akhir-Ini

DEMOCRAZY.ID - Ade Armando menegaskan bahwa ia tidak setuju dengan pernyataan bahwa yang salah dalam aksi terorisme adalah oknum dan bukan ajaran Islam.

“Anwar dan Haikal bilang, yang salah adalah oknum dan bukan ajaran Islam sendiri. Saya berbeda pendapat,” kata Ade dalam video yang diunggah Cokro TV pada Rabu, 31 Februari 2021.


Sebelum menyampaikan argumennya lebih lanjut, Ade terlebih dahulu mengatakan bahwa ia pribadi sebagai seorang muslim tidak percaya bahwa agama yang ia yakini mengajarkan untuk membunuh orang yang berbeda pendapat.


“Namun, saya tidak bisa mengingkari ada orang-orang Islam lain yang memang percaya bahwa wajib hukumnya untuk memerangi kaum kafir. Dan kaum kafir itu berarti mereka menentang hukum Allah. Dan menentang hukum Allah itu berarti menolak keyakinan kelompok itu tentang Allah,” lanjutnya.


Keyakinan seperti itu, menurut Ade, bukan cuma dimiliki satu atau dua orang. 


Ia memberi contoh ISIS, orang-orang yang menyerang kaum Ahmadiyah, dan juga dua pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar.


Oleh sebab itu, Ade mengatakan bahwa orang harus mulai mengakui dulu bahwa Islam itu tidak tunggal serta memiliki ribuan pemahaman sepanjang sejarah yang tersebar di seluruh dunia.


“Islam tidak tunggal, agama tidak tunggal. Kalau kita bisa bersepakat di situ, maka kita mungkin juga bisa bersepakat bahwa memang ada versi Islam yang memerintahkan umat membunuhi orang Kristen,” kata Ade.


Namun, lanjutnya, ada pula versi Islam yang memerintahkan umat untuk bersahabat, bersaudara, dan berkeluarga dengan orang Kristen.


Menurut Ade, sumber masalah dalam mengembangnya terorisme saat ini adalah menguatnya gagasan bahwa Islam memang memerintahkan umatnya untuk memerangi kaum kafir.


“Kalau Anda belajar Islam, Anda akan tahu ayat-ayat Alquran dan hadis Nabi itu bisa dimanfaatkan untuk kebaikan, tapi juga untuk kejahatan. Semua bergantung pada bagaimana rangkaian ayat dan ucapan dan tindakan Nabi itu di-frame dalam wacana tertentu,” katanya.


Ia lalu menyebutkan beberapa kasus di mana ayat-ayat Alquran atau hadis digunakan untuk membenarkan beberapa perilaku kekerasan.


“Ingat kasus Ahok pada 2016? Hanya karena satu ayat Alquran, ratusan ribu orang turun ke jalan untuk mengatakan Ahok harus diturunkan, dipenjarakan, atau bahkan dibunuh,” kata Ade.


“Begitu juga pemerkosaan brutal yang dilakukan prajurit ISIS terjadi karena mereka menggunakan ayat Alquran yang membenarkan pasukan Islam meniduri perempuan-perempuan tawanan perang,” lanjutnya.


Dalam kasus bom bunuh diri di Makassar, kata Ade, para pelaku melakukannya karena percaya bahwa umat Islam memang harus melawan kezaliman musuh-musuh Islam, kalau perlu dengan mengorbankan nyawa.


“Yang saya mau bilang dengan contoh-contoh ini adalah ajaran Islam jelas berperan dalam rangkaian kejahatan kemanusiaan ini,” tegas Ade.


“Memang bukan ajaran Islam sebagaimana yang diyakini saya atau mungkin Haikal Hassan, atau Anwar Abbas, atau Benny Mamoto. Tapi ajaran Islam yang terus disebarkan, dikembangkan, ditanamkan oleh kalangan yang memang percaya bahwa Islam sesungguhnya memang memerintahkan umat Islam untuk menegakkan jalan Allah dengan memerangi musuh-musuh Islam, termasuk umat Kristen,” lanjutnya. [Democrazy/trk]