Viral di Media Sosial, RSJ Aceh Akhirnya Buka Suara soal Pasien Diduga Polisi Era Tsunami | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 18 Maret 2021

Viral di Media Sosial, RSJ Aceh Akhirnya Buka Suara soal Pasien Diduga Polisi Era Tsunami

Viral di Media Sosial, RSJ Aceh Akhirnya Buka Suara soal Pasien Diduga Polisi Era Tsunami

Viral-di-Media-Sosial-RSJ-Aceh-Akhirnya-Buka-Suara-soal-Pasien-Diduga-Polisi-Era-Tsunami

DEMOCRAZY.ID - Rumah Sakit Jiwa Aceh angkat suara ihwal mantan anggota polisi yang dinyatakan hilang saat tsunami terjadi pada 2004 silam menjadi pasiennya sejak 2009. 

Mantan anggota polisi yang dimaksud yakni Bharaka Zainal Abidin alias Asep.


Wakil Direktur Pelayanan RSJ Aceh, Syarifah Yessi Hedianti mengatakan selama ini pihaknya tidak mengetahui jika pasien bernama Zainal Abidin alias Asep merupakan mantan anggota polisi yang hilang saat tsunami menerjang. Akan tetapi, pria itu selama ini memang disapa Zainal.


"Selama ini dia dipanggil Pak Zainal," kata Syarifah, Kamis (18/3).


Namun pihak RSJ belum mengetahui nama asli pria tersebut. 


Pihak rumah sakit hanya tahu bahwa Zainal dirujuk ke RSJ Aceh pada 2009 oleh salah satu kepala desa di Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.


Hingga saat ini tidak ada keluarga yang mengakui dan kepala desa yang mengantar pria tersebut pun sudah meninggal dunia.


"Selama ini tidak ada keluarga yang mengakui dan kemudian yang membawa juga Pak Keuchik (kepala desa) tahun 2009 juga sudah meninggal, dibawa dari Aceh Jaya," ujar Syarifah.


RSJ Aceh juga belum mulai memeriksa DNA orang yang diduga mantan anggota polisi itu lantaran kondisinya sedang tidak stabil dan terlihat gelisah.


"Kita akan periksa apakah cocok DNA-nya identifikasinya, kami tunggu pasien stabil dulu," kata Syarifah.


Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy juga belum mengetahui kebenaran informasi bahwa pasien RSJ Aceh merupakan mantan anggota polisi yang hilang saat tsunami 2004.


"Lagi di-crosscheck," kata Winardy, Kamis (18/3).


Kabar Asep ditemukan sebagai pasien di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh pertama kali beredar di media sosial.


Dalam akun Instagram @ndorobeii dijelaskan bahwa Asep merupakan lulusan tamtama Polri 1999/2000. 


Saat bertugas di Aceh, dia masih menjadi Bhayangkara Muda dan menyemat pangkat sebagai Ajun Brigadir Polisi (Abrip).


Kala itu dia ditugaskan sebagai Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh. 


Dia ditempatkan di Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh tahun 2004 ketika masih ada kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM).


Hingga kemudian, tsunami menerjang Aceh dan sekitarnya. Asep dinyatakan hilang. [Democrazy/cnn]