Suami Puan Dapat Proyek Rp4,2 Triliun Bangun Pipa Gas, Aktivis Politik: Kolusi di Era Jokowi! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 23 Maret 2021

Suami Puan Dapat Proyek Rp4,2 Triliun Bangun Pipa Gas, Aktivis Politik: Kolusi di Era Jokowi!

Suami Puan Dapat Proyek Rp4,2 Triliun Bangun Pipa Gas, Aktivis Politik: Kolusi di Era Jokowi!

Suami-Puan-Dapat-Proyek-Rp4-2-Triliun-Bangun-Pipa-Gas-Aktivis-Politik-Kolusi-di-Era-Jokowi

DEMOCRAZY.ID - Kolusi diperlihatkan di Era Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di mana perusahaan milik suami Puan Maharani, Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk mendapatkan proyek membangun pipa gas Rp4,2 triliun.

Demikian dikatakan aktivis politik Rahman Simatupang, Selasa (23/3/2021). 


“Mumpung berkuasa dapat proyek yang nilainya sangat besar,” ungkap Rahman.


Kata Rahman, perusahaan suami Puan yang mendapat proyek yang nilai Rp4,2 triliun menunjukkan kegagalan reformasi dalam memberantas kolusi. 


“Tujuan reformasi memberantas kolusi dan nepotisme yang dilakukan Soeharto, namun terjadi lagi di era Jokowi,” jelas Rahman.


Rahman mengatakan, keluarga Megawati akan terus berupaya mempertahankan kekuasaan agar dapat menjalankan bisnis secara nyaman. 


“Ketika kekuasaan didapat, bisnis mereka akan nyaman,” pungkasnya.


PT Rukun Raharja Tbk yang dikuasai oleh Hapsoro Sukmonohadi atau yang biasa dipanggil Happy Hapsoro suami dari Puan Maharani ini memperoleh proyek dari PT Pertamina (Persero) senilai triliunan rupiah.


Perusahaan yang memiliki kode saham RAJA ini diketahui baru saja menjalin Kerjasama operasi atau joint operation dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan anak usaha Pertamina.


Nantinya, RAJA dan Pertagas akan melaksanakan proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi koridor Balam-Bangka-Dumai dari Koridor Minas-Duri-Dumai yang nilainya mencapai US$300,62 juta atau Rp4,2 triliun (kurs Rp14.476).


Pertagas dan RAJA masing-masing memiliki partisipasi kontribusi pendanaan sebanyak 75% dan 25% dari nilai pendanaan sehingga kontribusi pendanaan dari Perseroan adalah sebesar US$75,15 juta atau Rp1,08 triliun. [Democrazy/suaranas]