Pendukung Habib Rizieq Menolak Bubar, Polisi Akan Tes Swab Covid | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 23 Maret 2021

Pendukung Habib Rizieq Menolak Bubar, Polisi Akan Tes Swab Covid

Pendukung Habib Rizieq Menolak Bubar, Polisi Akan Tes Swab Covid

Pendukung-Habib-Rizieq-Menolak-Bubar-Polisi-Akan-Tes-Swab-Covid

DEMOCRAZY.ID - Polisi mengancam akan melakukan tes SWAB Antigen kepada puluhan massa simpatisan Rizieq Shihab yang menolak membubarkan diri.

Puluhan simpatisan itu mulai berdatangan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur sejak Selasa (23/3) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.


"Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu tidak mau membubarkan diri kami akan lakukan SWAB," kata seorang polisi dari mobil pengeras suara.


Sementara itu, puluhan massa simpatisan Rizieq telah terdorong mundur beberapa puluh meter dan terus menjauhi gerbang Pengadilan Negeri Jakarta Timur.


Puluhan massa lain juga tampak berhamburan ke seberang jalan depan pengadilan.


Beberapa mereka berteduh dan memandangi polisi dari taman di tengah jalan. Tapi polisi mengingatkan mereka bahwa taman tersebut tidak boleh diinjak-injak.


Sekumpulan polisi kemudian mengejar, membuat mereka berhamburan.


"Kami akan lakukan SWAB ke bapak-bapak, ibu-ibu yang tidak mau membubarkan diri. SWAB Antigen akan kami lakukan," kata polisi terus mengulangi pernyataannya melalui mobil pengeras suara.


Setelah ancaman itu, puluhan massa Rizieq tampak menjauh dan memandangi gerbang pengadilan dari kios-kios di seberang jalan.


"Kami sudah memperingatkan dari tadi, kerumunan bapak-bapak, ibu-ibu bisa memunculkan klaster baru," ucap polisi tersebut.


PN Jakarta Timur menggelar sidang perkara kerumunan dengan terdakwa Rizieq Shihab dengan agenda pembacaan eksepsi. Sidang digelar secara virtual. 


Namun, pendukung Rizieq tetap datang ke pengadilan.


Rizieq juga sebelumnya menolak untuk mengikuti sidang secara online. 


Kepada hakim, Rizieq meminta hadir langsung di ruang sidang.  [Democrazy/cnn]