PD Respons Kubu KLB: Relasi Kami dengan Pemerintah Baik, Jangan Coba Bikin Gaduh & Fitnah Lagi! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 23 Maret 2021

PD Respons Kubu KLB: Relasi Kami dengan Pemerintah Baik, Jangan Coba Bikin Gaduh & Fitnah Lagi!

PD Respons Kubu KLB: Relasi Kami dengan Pemerintah Baik, Jangan Coba Bikin Gaduh & Fitnah Lagi!

PD-Respons-Kubu-KLB-Relasi-Kami-dengan-Pemerintah-Baik-Jangan-Coba-Bikin-Gaduh-dan-Fitnah-Lagi

DEMOCRAZY.ID - Juru bicara kubu acara yang diklaim kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat (PD), Muhammad Rahmad, menuding kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merekrut orang untuk menekan pemerintah. Partai Demokrat kubu AHY pun geram dituding menekan pemerintah.

"Rahmad ini jahat sekali, ya, kerjanya membenturkan Partai Demokrat dengan Pemerintah. Kami relasinya baik dengan pemerintah. Jangan dibentur-benturkan," kata Kepala Bamkostra PD, Herzaky Mahendra Putra, Selasa (23/3/2021).


Herzaky kemudian menyinggung sikap kubu KLB yang menurutnya hanya melempar tuduhan. 


Dia mengatakan Moeldoko seharusnya menegur sikap Rahmad tersebut.


"Apa ini memang cara kerja pelaku GPK-PD? Pak Moeldoko selaku KSP tahu atau tidak perilaku Rahmad dan teman-teman ini yang membentur-benturkan pemerintah dengan kami? Seharusnya Moeldoko menegur kelakuan Rahmad ini. Karena Rahmad ini klaim sebagai jubirnya Moeldoko," ujarnya.


"Jelas-jelas pelanggar hukum dan yang harus ditindak itu para pelaku GPK-PD. Buat kegiatan politik abal-abal, yang melanggar hukum. Sudah melanggar hukum, mengabaikan etika, moral, dan kepatutan, masih saja sebar kebohongan," lanjut Herzaky.


Herzaky menyebut kubu KLB mirip dengan penjajah yang suka memecah belah. 


Menurutnya, berdemokrasi harus membangun dialektika berbasis data dan fakta.


"Sekarang, malah mencoba mengadu domba kami dan pemerintah. Kerjanya mirip penjajah. Adu domba dan pecah belah. Berdemokrasi itu menebar narasi positif. Membangun dialektika berbasis data dan fakta. Bukan memecah belah seperti yang dilakukan Rahmad dan teman-teman," tuturnya.


Sebelumnya, PD menyebut Kemenkumham seharusnya menghentikan proses verifikasi berkas kubu acara yang diklaim kongres luar biasa atau KLB, jika tidak juga dilengkapi hingga melebihi tenggang waktu yang telah ditentukan. Sikap PD ini dipertanyakan kubu KLB.


"Jika kubu SBY dan AHY tak yakin kalah, lalu kenapa SBY dan AHY harus grasa-grusu dan panik tujuh keliling? Lalu kenapa harus menghalalkan segala cara untuk mempengaruhi semua pihak? Lalu kenapa harus merekrut orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah dan berusaha terus menekan-nekan pemerintahan Jokowi?" kata juru bicara Kubu Moledoko, Muhammad Rahmad, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3). [Democrazy/dtk]