Novel PA 212: Negara Ini Gak Enak Jadinya Kalau Gak Ada Isu Ledakan Bom | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 29 Maret 2021

Novel PA 212: Negara Ini Gak Enak Jadinya Kalau Gak Ada Isu Ledakan Bom

Novel PA 212: Negara Ini Gak Enak Jadinya Kalau Gak Ada Isu Ledakan Bom

Novel-PA 212-Negara-ini-Gak-Enak-Jadinya-Kalau-Gak-Ada-Isu-Ledakan-Bom

DEMOCRAZY.ID - Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin turut menyoroti teror bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, bom bunuh diri memang kerap terjadi di tanah air. Namun, hal tersebut bukan peristiwa asing di telinga umat Islam.


“Seperti biasa aja, sudah bosen lah dengan isu bom itu,” kata Novel, Senin (29/3/2021).


Saat ditanya apakah bom bunuh tersebut merupakan pengalihan isu atas kasus persidangan Habib Rizieq, Novel sendiri tak menampiknya.


Akan tetapi, kata dia, bom bunuh diri di negeri ini layaknya seperti isu yang memang kelihatannya sudah diseting.


“Ya, sepertinya gak enak negara ini kalau tidak ada isu ledakan bom,” sindirnya.


Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.30 Wita.


Dari hasil penyelidikan di lapangan ternyata terduga pelaku merupakan pengantin baru, yang baru menikah sejak 6 bulan lalu.


Keduanya merupakan bagian dari jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel yang beberapa anggotanya telah ditangkap pada bulan Januari lalu di Perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Makassar.


“Betul, baru menikah 6 bulan lalu,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, di Mabes Polri, Senin (29/3/2021)


Jendral bintang dua itu menuturkan, tim di lapangan masih terus mengembangkan jaringan kasus bom bunuh diri tersebut.


Namun, dari data yang diperoleh sang istri dari pelaku inisial L merupakan pekerja swasta.


“Istri berinisial YSF pekerjaaan swasta. Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Argo.


Berdasarkan informasi terakhir, korban luka akibat bom bunuh diri di depan Gereja Katedral tersebut sebanyak 20 orang.


Saat ini, para korban masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit. Tidak ada pihak gereja atau jemaat yang menjadi korban tewas. [Democrazy/pjst]